kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Dapen BCA Beberkan Peluang bagi Industri untuk Dorong Kinerja Investasi pada 2026


Jumat, 02 Januari 2026 / 09:51 WIB
Dapen BCA Beberkan Peluang bagi Industri untuk Dorong Kinerja Investasi pada 2026
ILUSTRASI. Dana pensiun (CFOTO/Sipa USA via Reuters ). Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) beberkan peluang yang dapat dimanfaatkan industri dana pensiun untuk mendorong kinerja investasi 2026.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) membeberkan peluang yang dapat dimanfaatkan industri dana pensiun untuk mendorong kinerja investasi pada 2026.

Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan industri dana pensiun dapat memanfaatkan peluang dari potensi perbaikan kondisi pasar keuangan pada 2026.

"Peluang lainnya datang dari tren penurunan suku bunga yang dapat mendukung penguatan nilai obligasi, serta potensi membaiknya kinerja pasar modal," katanya kepada Kontan, Selasa (30/12).

Baca Juga: Dapen BCA Terapkan Strategi Ini Guna Meningkatkan Return of Investment pada 2026

Meskipun demikian, Budi menyebut terdapat juga tantangan yang dapat memengaruhi kinerja investasi industri pada 2026.

Dia bilang tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi pembayaran manfaat cenderung lebih besar, dibandingkan penerimaan iuran, seiring dengan meningkatnya peserta yang memasuki masa pensiun. 

Di sisi lain, Budi menilai volatilitas pasar keuangan dan ketidakpastian ekonomi juga menjadi faktor eksternal yang perlu dikelola dengan hati-hati. Hal itu perlu dilakukan agar tidak berdampak signifikan pada stabilitas aset dana pensiun. 

"Oleh karena itu, disiplin pengelolaan investasi, penerapan prinsip kehati-hatian, dan penguatan manajemen risiko akan tetap menjadi fokus Dapen BCA dalam menjaga keberlanjutan kinerja ke depannya," ujar Budi.

Adapun Dapen BCA menyampaikan realisasi Return of Investment (RoI) telah mencapai 8,5% berdasarkan data terakhir.

Baca Juga: Dapen BCA Catatkan RoI 6,79% pada Kuartal III-2025, Melampaui Rata-Rata Industri

Sementara itu, OJK mencatat angka RoI industri dana pensiun mengalami peningkatan sebesar 1,45% secara YoY, dengan posisi Oktober 2025 sebesar 7,03%.

Berdasarkan kinerja terakhir industri dana pensiun, OJK mencatat total aset per Oktober 2025 tumbuh sebesar 9,82% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 1.647,49 triliun. 

Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,52% YoY, dengan nilai mencapai Rp 400,44 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×