Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 mencatat, tingkat literasi sektor sektor perasuransian mencapai 42,84%, sedangkan inklusinya 29,55%. Tingkat literasinya terbilang sudah cukup masif, tetapi inklusinya masih ketinggalan. Terlihat dari gap-nya yang masih jauh atau lebar.
Mengenai hal itu, perusahaan asuransi PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) menilai gap antara literasi dan inklusi menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai asuransi belum sepenuhnya berujung pada keputusan untuk memiliki produk asuransi.
Corporate Secretary PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII), Rahmat Dwiyanto mengatakan ada beberapa faktor pemicunya, antara lain kemampuan dan prioritas finansial masyarakat, persepsi bahwa asuransi belum menjadi kebutuhan yang mendesak, serta pemahaman mengenai manfaat dan mekanisme produk.
"Selain itu, akses terhadap produk yang mudah, terjangkau, dan sesuai kebutuhan juga menjadi faktor penting agar literasi dapat berlanjut menjadi inklusi," katanya kepada Kontan, Senin (17/8/2026).
Baca Juga: Hasil SNLIK 2026, Tingkat Literasi & Inklusi Keuangan Lampaui Target RPJMN 2025-2029
Oleh karena itu, Rahmat melihat peningkatan literasi dan inklusi perlu dilakukan secara beriringan. Sebagai perusahaan yang mengembangkan layanan dan distribusi berbasis digital melalui kerja sama dengan mitra pialang digital, dia bilang YOII terus berupaya menghadirkan akses asuransi yang lebih mudah dan dekat dengan masyarakat.
Untuk meningkatkan inklusi, Rahmat mengatakan produk yang dikembangkan YOII juga diarahkan pada kebutuhan dan gaya hidup masyarakat saat ini melalui konsep digital lifestyle insurance, yaitu produk asuransi yang relevan dengan aktivitas dan kebutuhan sehari-hari, serta dapat diakses secara lebih sederhana melalui kanal digital.
Baca Juga: SNLIK 2026: Indeks Keuangan Indonesia Naik Jadi 69,57%
Di sisi literasi, Rahmat menyebut pihaknya juga akan terus melakukan edukasi melalui berbagai kanal digital dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami. Harapannya, masyarakat tidak hanya semakin memahami pentingnya perlindungan asuransi, tetapi juga lebih mudah menemukan dan mengakses produk yang sesuai dengan kebutuhannya.
Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, YOII mencatatkan premi bruto sebesar Rp 211,76 miliar per Juni 2026. Adapun klaim bruto mencapai Rp 56,45 miliar per Juni 2026.
Sebagai informasi, Hasil SNLIK 2026 menunjukkan, tingkat literasi keuangan nasional mencapai 69,57%, atau meningkat dari SNLIK 2025 yang sebesar 66,54%. Adapun indeks tingkat inklusi keuangan mencapai 93,61% pada SNLIK 2026, meningkat dari SNLIK 2025 yang sebesar 92,74%.
Baca Juga: SNLIK 2026: Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Desa dan Kota Masih Terlihat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
