Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate meningkat lagi menjadi sebesar 5,50%. Mengenai hal itu, Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) menyampaikan kenaikan BI Rate dapat memberikan dampak terhadap investasi.
Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan alokasi investasi berupa surat berharga atau obligasi yang sudah dimiliki sejak lama harganya di pasar berpotensi mengalami penurunan sementara waktu.
"Di sisi lain, kenaikan BI Rate justru menjadi peluang bagus bagi kami saat ingin menempatkan dana baru. Sebab, kami bisa mendapatkan tingkat keuntungan atau bunga yang lebih tinggi," katanya kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).
Dalam menyikapi kondisi tersebut, Budi menerangkan pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi. Dia bilang Dapen BCA akan bergerak secara hati-hati dan terukur dalam berinvestasi.
Baca Juga: Laba Fintech Lending Melonjak 71,43% per April 2026, Ini Kata AFPI
Budi menambahkan, pihaknya akan memanfaatkan momentum tersebut untuk mengunci tingkat keuntungan yang sedang tinggi pada instrumen investasi yang baru. Selain itu, pihaknya juga akan mengatur jangka waktu investasi agar risiko penurunan nilai aset tetap terjaga dengan aman.
Dalam kondisi suku bunga yang sedang naik, Budi mengatakan instrumen yang memberikan keuntungan tetap dengan jangka waktu pendek hingga menengah menjadi pilihan yang menarik karena lebih stabil.
"Contohnya, seperti Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), obligasi perusahaan dengan rekam jejak aman, serta deposito bank," tuturnya.
Budi mengatakan porsi terbesar penempatan investasi Dana Pensiun BCA berada pada instrumen SBN sebesar 38,8% terhadap total portofolio per Mei 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












