Reporter: Aura Putri | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkuat struktur permodalan melalui penerbitan instrumen Additional Tier 1 (AT1) senilai US$ 700 juta di pasar internasional.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan menjaga ketahanan bisnis sekaligus mendukung transformasi BUMN.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, penguatan modal tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis melalui tata kelola, manajemen risiko, dan transformasi digital.
"BNI terus memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, efektivitas pengendalian internal, kapabilitas digital, dan struktur permodalan agar fundamental perusahaan semakin kuat, dikelola secara profesional, dan mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: Transformasi Bisnis BEEF Berpotensi Dongkrak Kinerja, Cek Rekomendasi Sahamnya
Penerbitan instrumen AT1 dilakukan untuk memperkuat rasio permodalan bank sekaligus memberikan ruang bagi BNI dalam menjalankan fungsi intermediasi secara sehat.
Dengan modal yang lebih kuat, perseroan memiliki kapasitas lebih besar untuk mendukung ekspansi bisnis dan meningkatkan layanan kepada nasabah.
Okki menyebut penguatan fundamental tersebut juga sejalan dengan transformasi BUMN bersama Danantara Indonesia yang memiliki mandat dalam pengelolaan investasi pemerintah dan aset BUMN.
Transformasi ini diarahkan untuk mendukung program strategis nasional, industrialisasi, serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Selain memperkuat modal, BNI melanjutkan transformasi internal melalui penyempurnaan proses bisnis, optimalisasi teknologi digital, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham Estika Tata Tiara (BEEF) di Tengah Transformasi Bisnis
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing perseroan di tengah perubahan industri perbankan.
BNI juga menilai penguatan tata kelola dan permodalan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor serta memastikan perusahaan tetap mampu menjalankan peran dalam memperluas akses keuangan dan mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














