Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun PT Bank Tabungan Negara (Dapen BTN) membuka peluang untuk kembali menambah penempatan pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), seiring mulai meningkatnya imbal hasil instrumen tersebut.
Direktur Investasi Dana Pensiun BTN Adi Santoso Budidarma mengatakan, pihaknya tetap terbuka untuk melakukan penempatan kembali di SRBI sepanjang instrumen tersebut mampu memberikan imbal hasil yang optimal.
“Dana Pensiun BTN tetap terbuka untuk melakukan penempatan kembali pada instrumen SRBI, sepanjang memberikan imbal hasil yang optimal, sesuai dengan regulasi dan Rencana Bisnis,” ujar Adi kepada Kontan, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, pada 2025 penempatan Dapen BTN di SRBI mengalami penurunan signifikan. Hal ini seiring dengan melemahnya tingkat imbal hasil SRBI pada periode tersebut. Tercatat, penempatan Dapen BTN pada SRBI sepanjang 2025 turun 63,51% dibandingkan 2024.
Baca Juga: OJK Restui Perubahan Nama Sembrani Finance Indonesia Jadi Genie Finance Indonesia
"Kebijakan ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian serta fokus pada kesinambungan pemenuhan kewajiban jangka panjang," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pertimbangan utama dalam penempatan dana ke SRBI meliputi optimalisasi imbal hasil, manajemen risiko, serta kesesuaian dengan regulasi dan strategi pengelolaan aset.
Di tengah tekanan pasar saham, SRBI dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga keseimbangan portofolio investasi.
“SRBI berperan sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio untuk menjaga keseimbangan risiko dan imbal hasil investasi,” tambahnya.
Baca Juga: Menakar Untung Rugi Peralihan Sumber Dana Anggaran OJK di RUU P2SK
Sebagai informasi, Bank Indonesia semakin rajin melakukan lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sejak Februari 2026. Tingkat imbal hasil pun merangkak naik, hingga membuat industri dana pensiun (dapen) kembali melirik instrumen tersebut.
Daya tarik SRBI sebelumnya sempat memudar pada tahun lalu akibat yield yang melandai. Ini tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat penempatan investasi dapen di SRBI anjlok dari Rp 16,87 triliun pada 2024 menjadi hanya Rp 3,28 triliun pada akhir 2025.
Memasuki 2026, investasi di instrumen tersebut mulai berbalik arah. Hingga Februari, dana pensiun tercatat memarkir dana sebesar Rp 4,01 triliun di SRBI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













