kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Dapen BTN yakin penuhi aturan wajib investasi SUN


Selasa, 07 Juni 2016 / 23:20 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Dana pensiun (dapen) optimistis kewajiban alokasi penempatan investasi surat utang negara (SUN) dapat terpenuhi. Hal ini sejalan dengan diperbolehkannya Dapen koleksi obligasi BUMN infrastruktur yang dianggap setara SUN.

Saut Pardede, Direktur Utama Dana Pensiun BTN yakin industri dapen dapat dengan mudah memenuhi aturan wajib minimum di SUN sebesar 20% di tahun ini. Ia menilai porsi obligasi BUMN infrastruktur sebesar 50% sudah pas.

Sebab, imbal hasil atau yield yang didapat IKNB juga akan mudah tercapai. Kupon obligasi BUMN diyakini dapat mendongkrak perolehan yield dapen.

"Obligasi swasta sekalipun peringkat AAA, risikonya cukup besar. Namun kuponnya lebih bagus. Setidaknya bagi dana pensiun yield yang didapat lebih menarik," kata Saut pada Selasa (7/6).

Dapen BTN akan menambah porsi obligasi BUMN Infrastruktur hingga 20%. Kata Saut, ke depan porsi investasi di SUN bisa mencapai 50% setelah RPOJK terbit. Rinciannya, 30% dari SUN, sisanya 20% dari obligasi BUMN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×