Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meningkatnya penjualan mobil listrik tak serta-merta membuat perusahaan asuransi gencar memberikan perlindungan untuk segmen tersebut. Adapun salah satu pertimbangannya karena data historis klaim mobil listrik yang terbilang masih minim.
Asal tahu saja, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales mobil listrik mencapai 117.218 unit sepanjang Januari 2026 hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat 112,25%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 55.225 unit.
PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menilai keterbatasan data historis klaim merupakan salah satu tantangan yang perlu dikelola industri asuransi dalam mengembangkan perlindungan kendaraan listrik.
Baca Juga: J Trust Bank Siapkan Abdullah Firman Wibowo Jadi Dirut gantikan Ritsuo Fukadai
Dalam kondisi tersebut, Sekretaris Perusahaan Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan pendekatan yang diperlukan adalah penguatan proses underwriting berbasis risiko dengan mempertimbangkan beberapa aspek.
"Aspeknya, seperti karakteristik kendaraan, nilai pertanggungan, potensi biaya perbaikan, serta ketersediaan suku cadang dan fasilitas perbaikan yang kompeten," ujarnya kepada Kontan, Kamis (5/11/2026).
Gema mengatakan penetapan premi dan cakupan perlindungan pada prinsipnya perlu disesuaikan dengan hasil evaluasi profil risiko dan ketentuan polis yang berlaku. Dengan demikian, dia bilang penyesuaian tersebut tidak semata-mata didasarkan pada jenis kendaraan sebagai mobil listrik, tetapi analisis risiko yang terukur dan relevan.
"Kendaraan listrik merupakan segmen dengan karakteristik risiko yang berbeda dari kendaraan konvensional, sehingga membutuhkan pendekatan penilaian risiko yang sesuai," tuturnya.
Lebih lanjut, Jasindo memandang segmen kendaraan listrik memiliki potensi untuk menjadi salah satu peluang pertumbuhan bisnis asuransi umum. Gema menerangkan hal itu seiring dengan perkembangan pasar dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan aset kendaraan.
Baca Juga: KB Bank Rampungkan Divestasi 85% Saham KB Bukopin Finance ke JB Woori Capital
Gema menyampaikan peluang tersebut tidak hanya terletak pada pertumbuhan jumlah kendaraan listrik, tetapi juga pada kebutuhan terhadap solusi perlindungan yang mampu menjawab karakteristik risiko dan kebutuhan pemilik kendaraan.
Untuk menangkap peluang itu, dia bilang industri asuransi perlu terus memperkuat pemahaman terhadap profil risiko kendaraan listrik, mengembangkan kapabilitas underwriting, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam ekosistem kendaraan listrik.
Bagi Asuransi Jasindo, Gema menerangkan perkembangan segmen kendaraan listrik menjadi bagian dari dinamika industri yang perlu dicermati secara strategis. Dia bilang pengembangan bisnis harus dilakukan secara terukur, dengan tetap memperhatikan kesiapan pengelolaan risiko, kualitas portofolio, dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
