Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meningkatnya penjualan mobil listrik tak serta-merta membuat perusahaan asuransi gencar memberikan perlindungan untuk segmen tersebut. Adapun salah satu pertimbangannya karena data historis klaim mobil listrik yang terbilang masih minim.
Asal tahu saja, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales mobil listrik mencapai 117.218 unit sepanjang Januari 2026 hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat 112,25%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 55.225 unit.
PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) memahami bahwa mobil listrik merupakan segmen yang relatif baru, sehingga historis data klaimnya belum seperti mobil konvensional. Namun, Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia Linggawati Tok menerangkan kondisi itu tidak serta-merta membuat perusahaan asuransi menerapkan tarif yang jauh lebih tinggi atau mengurangi manfaat perlindungan untuk segmen mobil listrik.
Linggawati menyampaikan perusahaan asuransi umumnya menyiasati tantangan tersebut melalui pendekatan underwriting yang lain, seperti memanfaatkan data pengalaman pasar global, serta melakukan pemantauan pengalaman klaim secara berkala.
Baca Juga: Great Eastern General Sebut Program PLTS 100 GWp Bisa Menjadi Peluang Besar
"Adapun penyesuaian premi, deductible, maupun syarat pertanggungan akan ditentukan berdasarkan profil risiko masing-masing kendaraan dan pengalaman klaim yang berkembang," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (29/10/2026).
Ke depannya, Linggawati meyakini akurasi penetapan tarif juga akan makin baik, seiring bertambahnya populasi mobil listrik dan data yang tersedia.
Lebih lanjut, Linggawati mengatakan saat ini, mobil listrik belum dapat dikategorikan sebagai segmen berisiko tinggi secara umum, walaupun sering terjadi kecelakaan yang cukup fatal disebabkan kurang disiplin pengemudi. Selain itu, terdapat juga beberapa karakteristik risiko yang berbeda dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
Linggawati mengungkapkan salah satu risiko yang menjadi perhatian utama terkait mobil listrik adalah nilai komponen baterai yang relatif tinggi, kebutuhan perbaikan yang memerlukan teknisi khusus, serta ketersediaan suku cadang tertentu. Meski demikian, kendaraan listrik juga dilengkapi berbagai teknologi keselamatan modern yang berpotensi mengurangi frekuensi kecelakaan.
Baca Juga: Ini Strategi Great Eastern General Untuk Mendorong Kinerja Asuransi Perjalanan
"Oleh karena itu, fokus perusahaan asuransi bukan semata-mata pada tingkat risiko yang lebih tinggi atau lebih rendah, melainkan pada pemahaman yang lebih baik terhadap profil risiko yang berbeda," tuturnya.
Seiring berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, Linggawati mengatakan risiko-risiko tersebut diperkirakan akan makin terkendali.
Terkait kinerja, Linggawati mengatakan permintaan perlindungan asuransi untuk kendaraan listrik juga menunjukkan tren yang positif, sejalan dengan penjualan kendaraan listrik di Indonesia. Dia bilang jumlah polis kendaraan listrik yang diasuransikan di Great Eastern General naik sebesar 126% Year on Year (YoY) per Agustus 2026.
Baca Juga: Kontribusi Premi Asuransi Kanal Digital Great Eastern General Insurance Capai 15%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














