Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling kepada penyedia layanan buy now pay later (BNPL) Kredivo menjadi Rp 3 triliun pada awal 2026. Kenaikan pendanaan ini sejalan dengan strategi bank memperkuat ekosistem kredit ritel berbasis digital di tengah pertumbuhan pesat pembiayaan BNPL.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan pada November 2025 tumbuh 68,61% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 11,24 triliun. Tren tersebut mendorong perbankan untuk memperluas kolaborasi dengan platform kredit digital.
Kerja sama Bank DBS Indonesia dan Kredivo telah berlangsung sejak 2020. Saat itu, limit pendanaan masih sebesar Rp 300 miliar. Nilainya kemudian meningkat bertahap menjadi Rp 500 miliar, Rp 1 triliun pada 2021, Rp 2 triliun pada 2022, hingga mencapai Rp 3 triliun pada akhir 2025.
Baca Juga: Bos BCA Digital Buka Suara Soal Rumor IPO blu by BCA
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan, peningkatan pendanaan ini mencerminkan kinerja penyaluran kredit Kredivo yang konsisten serta permintaan pasar yang terus meningkat. Menurutnya, kolaborasi dengan platform kredit digital menjadi bagian dari strategi bank dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang adaptif dan bertanggung jawab.
“Di tengah percepatan transformasi digital sektor keuangan, kami ingin memastikan akses kredit digital tidak hanya mudah, tetapi juga membantu masyarakat mengelola kebutuhan sehari-hari secara fleksibel dan praktis,” ujar Melfrida dalam keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).
Dari sisi Kredivo, tambahan pendanaan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan layanan, khususnya ke kota tier 2 dan 3 yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan besar namun akses kredit formal relatif terbatas.
Co-Founder & President Director Kredivo Indonesia Umang Rustagi menyebut, pendanaan di awal 2026 ini menjadi momentum penting di tengah meningkatnya permintaan kredit digital.
“Dengan dukungan Bank DBS Indonesia, kami dapat mempercepat ekspansi dan menyediakan akses kredit yang lebih inklusif bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Bank Muamalat Dorong Pembiayaan Emas Syariah via Aplikasi Muamalat DIN
Berdasarkan Laporan Perilaku Pengguna PayLater Indonesia 2024, sebanyak 53,6% pengguna Kredivo berasal dari kota tier 2 dan 3. Ke depan, Kredivo menargetkan perluasan jangkauan hingga 20 juta pengguna di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Ke depan, pendanaan channeling ini akan difokuskan untuk pembiayaan berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan harian, kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan produktif. Kolaborasi hampir enam tahun antara Bank DBS Indonesia dan Kredivo dinilai menunjukkan peran strategis sinergi perbankan dan platform kredit digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Selanjutnya: Anggaran MBG Digugat di MK, BGN: Kami Hanya Fokus Sebagai Penyelenggara
Menarik Dibaca: Kebutuhan Ramadan Aman! Indomaret Banjir Diskon Sirup dan Biskuit sampai 4 Februari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













