kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Deposito Masih Dominan, Allo Bank Fokus Tingkatkan Porsi Dana Murah


Minggu, 22 Februari 2026 / 12:33 WIB
Deposito Masih Dominan, Allo Bank Fokus Tingkatkan Porsi Dana Murah
ILUSTRASI. Allo Bank (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk mencatat komposisi dana pihak ketiga (DPK) hingga akhir 2025 masih didominasi oleh deposito. Meski begitu, kondisi itu merupakan bagian dari strategi penguatan fondasi neraca di fase pertumbuhan bank digital.

Per Desember 2025, DPK Allo Bank tercatat terdiri dari giro sebesar Rp 540,59 miliar, tabungan Rp 938,26 miliar, dan deposito Rp 8,04 triliun. 

Sebagai perbandingan, pada Desember 2024 bank mencatat giro sebesar Rp 85,34 miliar, tabungan Rp 693,27 miliar, dan deposito Rp 5,32 triliun.

Digital Strategy Head Allo Bank, Destya, menjelaskan, pada tahap awal ekspansi, deposito memang berperan penting dalam menjaga stabilitas likuiditas serta memberikan kepastian pendanaan untuk mendukung pertumbuhan aset dan kredit.

Baca Juga: Portofolio Masih Tumbuh Dua Digit, Allo Bank: Bisnis Paylater Sedang Konsolidasi

“Dominasi deposito saat ini bukan berarti kami tidak mendorong dana murah. Ini merupakan bagian dari strategi transisi menuju struktur pendanaan yang lebih seimbang dan efisien,” ujar Destya kepada Kontan, belum lama ini.

Ia menambahkan, pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) secara natural membutuhkan waktu karena sangat bergantung pada kedalaman ekosistem, frekuensi penggunaan aplikasi, serta perilaku nasabah dalam menjadikan bank sebagai rekening utama (primary account).

Memasuki tahun ini, Destya menilai persaingan dana murah di industri bank digital akan semakin kompetitif. Menurut dia, hampir seluruh pemain kini mulai menggeser fokus dari sekadar akuisisi nasabah menuju peningkatan kualitas dana dan efisiensi biaya dana (cost of fund).

Kompetisi, lanjutnya, tidak lagi semata berbasis suku bunga, melainkan bergeser ke kualitas ekosistem, pengalaman pengguna, kecepatan transaksi, serta relevansi fitur terhadap kebutuhan harian nasabah.

Baca Juga: Rasio Nasabah Aktif Bank Digital di Bawah 50%, Ini Strategi Krom Bank dan Allo Bank

“Bank yang mampu menjadi rekening utama untuk transaksi sehari-hari akan memiliki keunggulan dalam menghimpun dana murah secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ke depan, Allo Bank menargetkan peningkatan porsi dana murah secara bertahap agar struktur DPK menjadi lebih optimal. Manajemen tidak hanya membidik pertumbuhan nominal, tetapi juga peningkatan rasio CASA terhadap total DPK serta rasio DPK terhadap total penyaluran kredit (lending).

Untuk mencapai target tersebut, perseroan menyiapkan sejumlah strategi. Pertama, memperkuat ekosistem transaksi melalui integrasi lebih dalam dengan merchant dan platform dalam ekosistem, sehingga nasabah menjadikan Allo Bank sebagai rekening pembayaran utama.

Kedua, meningkatkan frekuensi transaksi harian melalui optimalisasi layanan QRIS, pembayaran tagihan (bill payment), transfer, dan top-up, serta fitur yang mendorong dana mengendap secara alami.

Baca Juga: Allo Bank Siapkan Dana Rp 60 Miliar untuk Buyback Saham di Tengah Volatilitas Pasar

Ketiga, memanfaatkan analitik data untuk melakukan personalisasi produk sesuai profil nasabah. Selain itu, Allo Bank juga mendorong cross-selling dari nasabah deposito dan kredit agar menjadikan rekening Allo Bank sebagai rekening transaksi utama.

Perseroan turut meningkatkan pengalaman pengguna (user experience) dan menghadirkan program loyalitas guna menciptakan kebiasaan transaksi melalui kemudahan penggunaan, reward, serta program retensi.

“Dalam jangka menengah, kami optimistis struktur pendanaan Allo Bank akan menjadi lebih seimbang dan lebih efisien,” tutup Destya.

Selanjutnya: Krom Bank Optimistis CASA Tumbuh Dua Digit pada 2026, Ini Strategi yang Disiapkan

Menarik Dibaca: Promo Paket Bukber Burger King Hematnya Bikin Puasa Tenang, Mulai Rp 32 Ribuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×