kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Dongkrak laba, perbankan gencar cari pendapatan berbasis komisi


Minggu, 26 Januari 2020 / 16:47 WIB
Dongkrak laba, perbankan gencar cari pendapatan berbasis komisi
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di Bank Mandiri Jakarta, Kamis (12/9).

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun 2019 perbankan kian gencar menggali potensi pendapatan berbasis komisi atau fee based income. Bukan tanpa sebab, di tengah tren penurunan bunga dan ekonomi yang menantang, pendapatan non bunga memang menjadi incaran bank untuk dapat tetap mencetak cuan.

Ambil contoh, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) misalnya yang mencatatkan pendapatan non bunga sebesar Rp 11,35 triliun di akhir 2019. Pencapaian tersebut tumbuh sekitar 18,1% dari periode setahun sebelumnya atau year on year (yoy).

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan, bila dirinci pertumbuhan tersebut disumbang dari recurring fee yang naik sebesar 11,7% yoy menjadi Rp 11,11 triliun. Merujuk laporan keuangan BNI, fee terbesar berasal dari bisnis kartu BNI yang mencetak fee based income sebesar Rp 1,59 triliun atau naik 10,6% yoy. Lalu, disusul oleh fee dari trade finance yang mencetak pendapatan Rp 1,26 triliun di akhir tahun 2019 atau naik 4,8% yoy.

Baca Juga: BRI dan Bank Mandiri targetkan bisnis cash management tumbuh tinggi tahun ini

Sementara itu, pertumbuhan paling tinggi, terjadi pada perdagangan surat berharga BNI yang meraup fee based income sebanyak Rp 972 miliar, meningkat 86,9% yoy dari periode setahun sebelumnya Rp 520 miliar. 

"Kolaborasi BNI dengan beberapa fintech dan e-commerce juga mendukung pencapaian FBI," tuturnya kepada Kontan.co.id, Minggu (26/1). 

Bank berlogo 46 ini menyebut, strategi yang diterapkan untuk menggali potensi pendapatan non bunga yakni dengan mengoptimalkan value chain dan transaksi nasabah.

Nah, di tahun 2020 ini, bank bersandi saham BBNI memasang target pendapatan non bunga dua digit. Herry bahkan optimistis bila pertumbuhannya akan setara dengan tahun 2019. Caranya, tak lain dengan strategi optimalisasi digital banking, dan menggandeng lebih banyak mitra.




TERBARU

Close [X]
×