Reporter: Aura Putri | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) memperkuat strategi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di tengah proyeksi perlambatan pertumbuhan DPK perbankan pada 2026.
Direktur Utama Bank KB Indonesia Kunardy Darma Lie mengatakan, perseroan fokus meningkatkan dana murah atau current account savings account (CASA) melalui pendalaman hubungan dengan nasabah eksisting, pengembangan ekosistem transaksi, optimalisasi layanan digital, serta akuisisi nasabah baru.
"Fokus utama diarahkan pada peningkatan dana murah (CASA) melalui pendalaman hubungan dengan nasabah eksisting, pengembangan ekosistem transaksi, optimalisasi layanan digital, serta akuisisi nasabah baru pada segmen yang memiliki potensi transaksi berkelanjutan," ujar Kunardy kepada Kontan, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Jamkrida Sumbar Perkuat Manajemen Risiko untuk Tekan Rasio Klaim
Di sisi lain, KB Bank tetap mengelola deposito berjangka secara terukur sesuai kebutuhan likuiditas. Perseroan juga dapat mengakses pendanaan wholesale dan instrumen pasar uang sesuai kondisi pasar.
Kunardy mengatakan KB Bank menerapkan pengelolaan aset dan liabilitas atau asset and liability management (ALM) secara prudent. Sementara pertumbuhan kredit akan diselaraskan dengan kemampuan penghimpunan dana dan difokuskan pada segmen dengan kualitas aset serta imbal hasil yang baik.
"Pertumbuhan kredit akan tetap diselaraskan dengan kemampuan penghimpunan dana serta difokuskan pada segmen-segmen yang memberikan kualitas aset dan imbal hasil yang baik," katanya.
Baca Juga: Ciputra Life: Kredit Konsumtif Tertekan, Berpotensi Pengaruhi Asuransi Jiwa Kredit
Berdasarkan laporan keuangan, DPK KB Bank tercatat Rp 44,08 triliun pada Mei 2026, tumbuh 6,04% secara tahunan atau year on year (YoY) dari Rp41,57 triliun pada Mei 2025. Sementara kredit tumbuh 3,84% YoY menjadi Rp43,52 triliun dari Rp41,92 triliun pada Mei 2025.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan DPK perbankan pada 2026 melambat menjadi 6,18% YoY, dari realisasi 2025 sebesar 13,83%. Pertumbuhan DPK diperkirakan masih ditopang oleh tabungan dan giro, sementara pertumbuhan deposito diproyeksikan melambat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
