kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.937   37,00   0,21%
  • IDX 6.339   -1,46   -0,02%
  • KOMPAS100 837   -2,47   -0,29%
  • LQ45 632   -4,15   -0,65%
  • ISSI 218   -0,35   -0,16%
  • IDX30 356   -2,11   -0,59%
  • IDXHIDIV20 441   -2,08   -0,47%
  • IDX80 95   -0,52   -0,55%
  • IDXV30 119   0,19   0,16%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Jamkrida Sumbar Perkuat Manajemen Risiko untuk Tekan Rasio Klaim


Rabu, 22 Juli 2026 / 09:31 WIB
Jamkrida Sumbar Perkuat Manajemen Risiko untuk Tekan Rasio Klaim
ILUSTRASI. Jamkrida, Jamkrida Sumbar (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar menerapkan sejumlah upaya guna menekan rasio klaim ke depannya. 

Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli mengatakan salah satu upayanya terus memperkuat manajemen risiko melalui peningkatan kualitas proses underwriting dan seleksi calon terjamin, serta memperkuat koordinasi dengan lembaga keuangan penyalur kredit dalam menjaga kualitas pembiayaan. 

Baca Juga: Ciputra Life: Kredit Konsumtif Tertekan, Berpotensi Pengaruhi Asuransi Jiwa Kredit

"Ditambah, melakukan monitoring secara berkala terhadap portofolio penjaminan dan melakukan deteksi dini terhadap potensi klaim," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (21/7).

Selain itu, Ibnu menyebut Jamkrida Sumbar mendorong upaya restrukturisasi atau penyelamatan pembiayaan apabila masih memungkinkan, serta melakukan peningkatan kualitas analisis risiko dan evaluasi terhadap sektor-sektor usaha yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.

"Langkah lainnya adalah menjalin kerja sama dengan penjaminan ulang guna mengalihkan sebagian risiko gagal bayar," ucapnya.

Dengan langkah tersebut, Ibnu berharap kualitas portofolio penjaminan tetap terjaga dan rasio klaim dapat dikendalikan. 

Berdasarkan data terakhir per Juni 2026, nilai klaim penjaminan yang dibukukan Jamkrida Sumbar sebesar Rp 43,03 miliar. Adapun angka itu menurun sebesar 7,90%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 46,73 miliar.

Ibnu menerangkan perubahan nilai klaim tersebut masih berada dalam pemantauan manajemen dan menjadi perhatian perusahaan untuk terus memperkuat mitigasi risiko, serta menjaga kualitas portofolio penjaminan.

Baca Juga: FWD Insurance Perkuat Literasi Keuangan, Bidik 2.700 Siswa Lewat Pelatihan Guru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×