kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

DPPK fokus penuhi kewajiban SBN


Selasa, 01 Agustus 2017 / 16:21 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pengelola dana pensiun diperkirakan tak akan banyak meracik ulang portofolio investasi di paruh kedua tahun ini. Pasalnya, penambahan penempatan dana di instrumen surat berharga negara (SBN) dinilai menjadi fokus utama.

Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi menyebut, penambahan investasi di keranjang SBN menjadi pekerjaan rumah yang harus dikejar oleh pengelola Dana Pensiun Pemberi Kerja. Maklum sampai akhir tahun nanti, porsi investasi di keranjang tersebut minimal harus mencapai 30%.

Sementara sampai paruh pertama tahun ini, porsi investasi SBN di Dana Pensiun Pemberi Kerja Program Pensiun Manfaat Pasti (DPPK-PPMP) baru mencapai 25%. Sedangkan porsi SBN di dana yang dikelola Dana Pensiun Pemberi Kerja Program Pensiun Iuran Pasti (DPPK-PPIP) masih sebesar 21,8%.

Artinya masih ada selisih yang harus dipenuhi oleh pengelola DPPK sembelum tenggat waktu habis. "Sehingga memang fokusnya lebih ke penambahan SBN," ungkapnya, Selasa (1/8).

Sebagai gantinya, ia menilai penempatan dana di instruman yang kurang menarik seperti deposito perlahan bakal berkurang.

Peningkatan investasi di SBN sendiri diakuinya bukan perkara mudah. Diantaranya dari sisi supply yang dinilainya masih belum cukup memadai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×