Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat masih terdapat 11 penyelanggara fintech peer to peer (P2P) lending dari total 94 perusahaan yang belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum Rp12,5 miliar per Maret 2026.
Menyikapi hal tersebut, VP Public Relation PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), Harumi Supit memastikan kondisi ekuitas perusahaan saat ini berada pada posisi yang sehat.
"Kondisi ekuitas Amartha berada dalam posisi yang sehat," ujarnya kepada Kontan, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, kondisi itu didukung oleh investor nasional maupun global yang memiliki visi jangka panjang terhadap pertumbuhan industri fintech produktif di Indonesia.
Baca Juga: Volatilitas Saham Big Banks Diproyeksi Masih Tinggi Pekan Depan, Ini Rekomendasinya
Di sisi lain, Harumi juga mengatakan bahwa perusahaan memiliki fondasi bisnis, pengalaman operasional, dan pemahaman pasar yang kuat untuk terus tumbuh berkelanjutan.
Selain itu, ia juga melihat ruang pertumbuhan industri fintech produktif masih sangat besar. Khususnya dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat akar rumput yang selama ini masih minim akses terhadap layanan keuangan formal.
Oleh karena itu, pemenuhan ketentuan ekuitas bukanlah sebuah tantangan utama bagi perusahaan.
Baca Juga: OJK Pastikan Perbankan Nasional Masih Tangguh Hadapi Risiko Lonjakan Harga Energi
Apalagi, kondisi kualitas kredit di perusahaan juga terbilang masih sehat. Sebelumnya, Harumi mengungkapkan bahwa rasio kredit bermasalah di Amartha masih terjaga di bawah 5% sepanjang awal tahun 2026.
Saat ini, fokus Amartha ialah menjaga kepercayaan investor, mitra, dan regulator melalui kinerja bisnis yang sehat, tata kelola yang baik, dan pertumbuhan yang prudent dan berkelanjutan.
Ke depannya, ungkap Harumi, Amartha akan terus menjaga dan memperkuat ekuitas melalui penguatan fundamental bisnis, menjaga kualitas portofolio, dan memperluas kolaborasi strategis. Selain itu, mereka juga berupaya terus membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













