kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

DPR anggap bunga kredit perbankan nasional mahal


Kamis, 26 Maret 2015 / 12:13 WIB
ILUSTRASI. Pelanggan mengamati produk-produk sepeda impor asal Inggris yang telah selesai diperbaiki di salah satu pusat servis di Jakarta, Rabu (2/9/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, mengkhawatirkan tingkat bunga kredit perbankan nasional yang dianggap sudah terlalu tinggi. Kondisi ini berpotensi memicu peningkatan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).

"Kita tahu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu lalu pernah mengkhawatirkan bunga perbankan. Ini karena perbankan mengambil margin begitu tinggi," kata Gus di Jakarta, belum lama ini.

Gus mengkritik industri perbankan nasional yang menurutnya tak lagi efisien. Sebab, perbankan hanya fokus mengejar Net Interest Margin (NIM) yang setinggi mungkin. Padahal perbankan nasional memiliki fungsi penting memacu pertumbuhan ekonomi nasional. "Saya setuju NIM maksimal 5%," pungkas mantan Direktur Utama Bank Sumut tersebut.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Januari 2015, NIM perbankan nasional mencapai 4,24%. Besaran ini menunjukkan peningkatan dibanding Januari 2014 yang mencapai 4,17%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×