kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

DPR minta nasabah pensiunan pindah ke Bank BUMN


Jumat, 02 Februari 2018 / 22:40 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta bank BUMN untuk menampung debitur pensiunan yang berasal dari PNS dan pemerintah untuk masuk menjadi debitur. Mereka khawatir kalau debitur pensiuan ini masuk ke bank swasta yang telah dikuasai asing seperti Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN).

Gatot Trihargo, Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan memaparkan, Bank BUMN dengan jumlah debitur pensiunan terbesar adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). 

"Diikuti oleh Bank Mandiri," kata Gatot kepada kontan.co.id, Rabu (31/1). Jumah debitur pensiunan BRI mirip dengan yang dimiliki Bank BTPN.

Kementerian BUMN mengaku sedang mengkaji pemindahan nasabah Taspen yang belum merupakan debitur bank BUMN ke bank pelat merah. Ini akan dilakukan secara bertahap.

Suprajarto, Direktur Utama Bank BRI bilang potensi bisnis pensiunan masih cukup besar. "Setiap bulan pemerintah membayar dana ke pensiunan mencapai Rp 6 triliun," kata Supra Rabu (31/1). Ini merupakan potensi yang cukup besar jika debitur pensiunannya bisa diambil seluruhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×