kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.795   100,38   1,76%
  • KOMPAS100 753   18,16   2,47%
  • LQ45 571   14,12   2,54%
  • ISSI 200   1,91   0,96%
  • IDX30 323   7,52   2,38%
  • IDXHIDIV20 397   8,10   2,08%
  • IDX80 85   1,96   2,35%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 104   1,95   1,91%

DPR minta nasabah pensiunan pindah ke Bank BUMN


Jumat, 02 Februari 2018 / 22:40 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta bank BUMN untuk menampung debitur pensiunan yang berasal dari PNS dan pemerintah untuk masuk menjadi debitur. Mereka khawatir kalau debitur pensiuan ini masuk ke bank swasta yang telah dikuasai asing seperti Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN).

Gatot Trihargo, Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan memaparkan, Bank BUMN dengan jumlah debitur pensiunan terbesar adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). 

"Diikuti oleh Bank Mandiri," kata Gatot kepada kontan.co.id, Rabu (31/1). Jumah debitur pensiunan BRI mirip dengan yang dimiliki Bank BTPN.

Kementerian BUMN mengaku sedang mengkaji pemindahan nasabah Taspen yang belum merupakan debitur bank BUMN ke bank pelat merah. Ini akan dilakukan secara bertahap.

Suprajarto, Direktur Utama Bank BRI bilang potensi bisnis pensiunan masih cukup besar. "Setiap bulan pemerintah membayar dana ke pensiunan mencapai Rp 6 triliun," kata Supra Rabu (31/1). Ini merupakan potensi yang cukup besar jika debitur pensiunannya bisa diambil seluruhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×