kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Dua bank pelat merah menunggu dirut baru


Minggu, 27 Oktober 2019 / 20:39 WIB
Dua bank pelat merah menunggu dirut baru
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi di Bank Mandiri Bintaro Tangerang Selatan, Selasa(16/4). Hingga kuartal I-2019 Bank Mandiri telah meraih pertumbuhan kredit 12% (yoy). Pada kuartal I-2018 lalu, pertumbuhan kredit Bank Mandiri cuma mencapai 5,05% (yoy) dengan penyalur

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otak-atik susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo di periode keduanya bikin posisi dua direktur utama di bank pelat merah kosong. Keduanya adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Posisi Direktur Utama BTN kosong, dan kini dijabat oleh pelaksana tugas sejak pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan 29 Agustus 2019 lalu. RUPSLB kala itu memutuskan untuk mengganti Direktur Utama BTN Maryono dengan mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Suprajarto.

Baca Juga: Saham BBTN sudah turun 24,41% sejak awal tahun, begini rekomendasi analis

Sayangnya, Suprajarto menolak. Ia yang menggelar jumpa pers tak lama setelah RUPSLB BTN rampung menyatakan penolakannya memimpin BTN lantaran tak pernah ada pemberitahuan oleh Kementerian BUMN soal penunjukannya menggantikan Maryono.

Sejak itu, perseroan dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) direktur utama yang dijabat Direktur Komersial BTN Oni Febriarto.

Nah, untuk segera mengisi kekosongan kursi direktur utama perseroan berencana kembali menggelar RUPSLB pada 18 Oktober 2019 lalu. Namun, rencana tersebut ditunda lantaran instruksi Kementerian BUMN melalui surat yang dikirim pada 15 Oktober 2019.

Baca Juga: Beredar Nama Pengganti Direktur Utama Bank Mandiri (BMRI)

Surat yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Jasa Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo itu meminta perseroan menunda RUPLSB paling lambat 27 November 2019. Namun BTN memutuskan untuk menggelar RUPSLB pada 11 November 2019.

Petinggi BTN yang enggan disebut identitasnya menyatakan kepada KONTAN penundaan terjadi lantaran Kementerian BUMN tengah menunggu pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, termasuk menunggu susunan kabinet. Pun ia mengaku belum mengetahui siapa nama yang bakal diusulkan Kementerian BUMN buat mengisi posisi Direktur Utama BTN.

Kekosongan posisi direktur utama juga terjadi di Bank Mandiri akibat penyusunan kabinet, namun dalam konteks yang berbeda.Kekosongan terjadi lantaran Mantan Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dipilih Joko Widodo menjadi Wakil Menteri Kementerian BUMN.

Baca Juga: Bank Mandiri tunggu Kementerian BUMN pilih pengganti Kartika Wirjoatmodjo

Kini bank berlogo pita emas tersebut juga dipimpin oleh Plt. Direktur utama yang dijabat oleh Wakil Direktur utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto.

“Berdasarkan anggaran dasar perseroan, wakil direktur utama akan bertindak sebagai pemegang kewenangan direktur utama, sampai ada penggantinya, yang ditentukan lewat RUPSLB," kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas kepada Kontan.co.id.

Rohan juga menambahkan, saat ini pihaknya tengah menunggu surat dari Kementerian BUMN untuk menggelar RUPSLB. Selain itu, kata Rohan, calon pengganti Tiko, sapaan akrab Kartika juga akan diusulkan oleh Kementerian BUMN.




TERBARU

×