kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonom: BI rate perlu naik 0,5%


Jumat, 05 Juli 2013 / 12:00 WIB
ILUSTRASI. Paket Buy 1 Get 1 Free (BOGO) dari J.CO Spesial Imlek 31 Januari - 13 Februari 2022 (dok/J.CO)


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Ekonom menilai bahwa Bank Indonesia (BI) perlu untuk menaikkan lagi BI rate hingga 50 basis pain.

"Karena kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat meninggikan inflasi. Maka BI rate perlu naik lagi menjadi 6,5%," sebut Ekonom PT Bank Tabungan Negara Tbk, Agustinus Prasetyantoko, kepada KONTAN, Jumat, (5/7).

Ia membandingkan kenaikan BBM kali ini dengan yang terjadi di tahun 2008. Saat itu, inflasi bahkan melonjak hingga ke titik 11%. Untuk menyelamatkan Rupiah, BI rate pun naik 100 basis poin kala itu.

Agustinus menyadari kenaikan BBM tahun ini tidak akan separah 5 tahun lalu. Namun ia melihat saat ini kondisi rupiah melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sulit bergerak, dan capital outflow lebih banyak dibanding inflow. Sehingga, suku bunga merupakan hal pertama yang harus dimainkan untuk menjaga stabilitas moneter.

Ia memprediksi kenaikan BBM tahun ini dapat melesatkan inflasi ke posisi 8%-8,2%. Maka dari itu, menurutnya BI perlu menaikkan BI rate lagi supaya perbankan tak turut terpukul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×