kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.014   14,00   0,08%
  • IDX 7.076   -108,89   -1,52%
  • KOMPAS100 978   -14,71   -1,48%
  • LQ45 718   -8,39   -1,15%
  • ISSI 253   -3,86   -1,50%
  • IDX30 390   -3,73   -0,95%
  • IDXHIDIV20 484   -3,05   -0,63%
  • IDX80 110   -1,44   -1,29%
  • IDXV30 134   -0,40   -0,30%
  • IDXQ30 127   -1,14   -0,89%

Ekonomi membaik, tren NPF diramal membaik


Selasa, 19 Desember 2017 / 18:20 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pembiayaan mencatatkan tren penurunan rasio kredit bermasalah di paruh kedua tahun ini. Tren ini diyakini masih bisa terus berlanjut.

Menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno, efek dari perbaikan kondisi ekonomi bakal berimbas positif bagi industri multifinance. Tak hanya daya beli yang membaik sehingga mendorong angka booking, namun kemampuan nasabah dalam membayar cicilan juga bisa makin baik.

Tak hanya itu, para pemain pembiayaan juga disebutnya makin serius dalam membenahi portofolio kredit perusahaannya saat ini. Hal ini di antaranya didorong oleh tingkat persaingan yang makin ketat.

Tak heran, selektivitas dalam memilih nasabah juga ikutan meningkat. "Dengan kredit yang lebih sehat tentu akan menekan beban perusahaan sehingga ikut berdampak positif ke bottom line," katanya belum lama ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri mencatat sampai bulan Oktober kemarin, angka NPF di industri multifinance tercatat sebesar 3,13%. Angka ini lebih rendah ketimbang pada periode yang sama di tahun lalu yang mencapai 3,17%.

Sementara setelah sempat mengalami kenaikan sampai tengah tahun ini, rasio kredit bermasalah pun kembali bisa dipangkas oleh pemain bisnis pembiayaan. Di mana pada bulan Juni kemarin, rasio NPF sempat menyentuh angka 3,47%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×