kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.091   -73,54   -1,03%
  • KOMPAS100 976   -13,22   -1,34%
  • LQ45 719   -13,16   -1,80%
  • ISSI 249   -2,22   -0,88%
  • IDX30 391   -7,38   -1,85%
  • IDXHIDIV20 489   -9,08   -1,82%
  • IDX80 110   -1,64   -1,47%
  • IDXV30 134   -2,29   -1,68%
  • IDXQ30 128   -2,05   -1,58%

Ekspansi cabang syariah harus masuk RBB


Senin, 06 Januari 2014 / 14:50 WIB
Ekspansi cabang syariah harus masuk RBB
ILUSTRASI. Wajib tes PCR bukan antigen, berikut syarat naik pesawat di aturan terbaru berlaku 11 Agustus 2022. KONTAN/Carolus Agus Waluyo.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Perbankan syariah tidak lagi leluasa membuka kantor cabang. Pasalnya, regulator mewajibkan Bank Syariah mencantumkan rencana pembukaan, perubahan status, pemindahan alamat dan penutupan kantor bank untuk satu tahun dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Aturan tersebut tertulis dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 15/13/PBI/2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/3/PBI/2009 tentang Bank Umum Syariah.  

Agus Martowardojo, Gubernur BI yang menandatangi aturan tersebut, mencantumkan, agar rencana pembukaan cabang disertai dengan analisis kondisi keuangan, kesesuaian dengan strategis bisnis dan dampak terhadap proyeksi keuangan, kemudian menuliskan mekanisme pengawasan dan penialain kinerja kantor bank. Tak lupa ikut memperhitungkan analisis perekonomian nasional, analisis risiko dan analisis keuangan, serta rencana persiapan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi. 

Nah, regulator berwenang memerintahkan bank untuk menunda rencana pembukaan, perubahan status atau pemindahan kantor bank, jika bank terjadi penurunan tingkat kesehatan, penurunan kondisi keuangan atau peningkatan profil risiko bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×