kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Fee based income Bank Mandiri hanya naik tipis


Selasa, 26 Februari 2013 / 00:56 WIB
ILUSTRASI. Kim Jong Un menarik perhatian pengamat internasional selama melakukan pidato yang menandai pendirian partai berkuasa Korea Utara pada Minggu (10/10/2021). KCNA via REUTERS


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Bank beraset terbesar di Indonesia PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) hanya mencatat kenaikan fee based income tipis yakni 2,4% dari Rp 11,9 miliar di 2011 menjadi Rp 12,2 miliar pada akhir tahun kemarin. Padahal, sebelumnya fee based income Mandiri mampu naik 30%.

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini menyebut, pada 2011 fee based income-nya tercatat tinggi karena ada penerimaan saham PT Garuda Indonesia Tbk(GIAA) Rp 1,4 triliun. Sedangkan, di 2012 Mandiri sudah tidak melakukan hal tersebut.

Ia mengakui, secara nominal peningkatan pendapatan komisi Mandiri memang tidak terlalu besar. "Tapi intinya, tetap meningkat," tuturnya.

Provisi dari komisi dan fee pun tercatat tumbuh cukup baik sekitar 13,4% di konsolidasi. Kemudian di bank saja tumbuh 17%.

Pertumbuhan pendapatan komisi ini turut berkontribusi terhadap laba Mandiri. Tahun 2012, Mandiri meraup laba Rp 15,5 triliun. Ini meningkat 26,6% dibanding perolehan keuntungan tahun 2011 yakni Rp 12,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×