Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fitch Ratings memberikan peringkat perdana kepada PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) dengan National Long-Term Rating A+(idn). Fitch juga memberikan outlook positif, yang membuka peluang kenaikan peringkat ke depan.
Fitch dalam rilis pada Kamis (1/10/2026) menyebut peringkat Bank of India Indonesia terutama ditopang oleh dukungan luar biasa dari induknya yang berbasis di India, Bank of India, yang memiliki sekitar 91% saham BSWD.
Peringkat BSWD tersebut terhubung dengan Viability Rating (VR) Bank of India yang berada di level BBB-/Stable/bb. Fitch memperkirakan dukungan kepada BSWD, jika dibutuhkan, akan berasal dari sumber daya internal grup.
Outlook Positif pada peringkat BSWD mencerminkan peluang kenaikan VR Bank of India seiring dengan membaiknya kinerja keuangan bank tersebut, didukung lingkungan operasional sistem perbankan India yang semakin kondusif.
Baca Juga: Bank OCBC NISP Tunjuk Sekretaris Perusahaan yang Baru
Fitch menilai Bank of India memiliki kemampuan yang kuat untuk memberikan dukungan kepada BSWD apabila diperlukan. Hal ini terutama karena ukuran BSWD relatif sangat kecil dibandingkan dengan grup induknya.
Pada akhir 2025, aset BSWD hanya sekitar 0,2% dari total aset konsolidasi Bank of India, sementara kontribusinya terhadap ekuitas induk sekitar 2,3%.
Menurut Fitch, kemampuan Bank of India untuk memberikan dukungan dapat semakin kuat apabila profil kredit berdiri sendiri (standalone credit profile) bank tersebut membaik.
Namun, Fitch menilai kecenderungan Bank of India untuk memberikan dukungan kepada BSWD berada pada tingkat moderat. Pasalnya, kontribusi BSWD terhadap induk masih terbatas dan sinerginya dengan operasi Bank of India secara lebih luas juga relatif kecil.
Di sisi lain, terdapat sejumlah faktor yang memperkuat kecenderungan dukungan tersebut. Salah satunya adalah tingkat integrasi operasional yang tinggi, terlihat dari penunjukan personel kunci oleh Bank of India serta penggunaan merek yang sama oleh kedua bank.
Fitch juga menilai gagal bayar BSWD berpotensi menimbulkan risiko reputasi yang berarti bagi Bank of India.
Meski telah beroperasi di Indonesia sejak 2007, Fitch menilai posisi bisnis BSWD di pasar domestik masih terbatas. Pangsa BSWD hanya sekitar 0,1% dari total aset industri perbankan Indonesia.
Kegiatan penyaluran kredit BSWD juga masih terkonsentrasi pada sejumlah kecil nasabah korporasi dan komersial yang berasal dari sektor yang relatif terbatas. Kondisi ini membuat kualitas aset dan kinerja laba bank rentan terhadap volatilitas.
Fitch mencatat rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BSWD berada di atas rata-rata industri. Sementara itu, pencadangan kerugian kredit hanya mencakup sekitar 33% dari kredit bermasalah.
Meski demikian, BSWD memiliki rasio permodalan yang tinggi sehingga memberikan bantalan terhadap risiko tersebut. Fitch menambahkan, basis modal BSWD secara absolut masih relatif kecil.
Baca Juga: BNI Tegaskan Kredit ke Pengembang Data Center Berbasis Kelayakan Proyek
Fitch menyebut kenaikan peringkat BSWD dapat terjadi apabila kemampuan atau kecenderungan Bank of India untuk memberikan dukungan luar biasa kepada anak usahanya semakin kuat. Salah satu indikatornya adalah kenaikan VR Bank of India.
Peringkat BSWD juga dapat dinaikkan apabila peran bank tersebut menjadi semakin integral dalam strategi grup. Hal ini antara lain dapat tercermin dari peningkatan signifikan kontribusi BSWD terhadap laba Bank of India. Namun, Fitch tidak memperkirakan perubahan sebesar itu dalam jangka menengah.
Sebaliknya, penurunan peringkat BSWD dapat terjadi apabila profil kreditnya memburuk dibandingkan entitas lain pada skala peringkat nasional Indonesia. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh penurunan VR Bank of India yang mengurangi kemampuan induk memberikan dukungan.
Penurunan kepemilikan Bank of India untuk mendukung BSWD juga dapat menekan peringkat. Misalnya, jika kepemilikan atau pengaruh Bank of India berkurang secara signifikan sehingga tidak lagi menjadi pemegang saham pengendali.
Fitch juga menyebut pelemahan peran BSWD dalam grup, baik akibat memburuknya prospek bisnis Bank of India di Indonesia maupun kinerja BSWD yang terus lemah, dapat menjadi tekanan terhadap rating. Namun, Fitch menilai skenario tersebut tidak mungkin terjadi dalam jangka pendek hingga menengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














