kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.801   25,00   0,15%
  • IDX 8.298   65,82   0,80%
  • KOMPAS100 1.159   19,47   1,71%
  • LQ45 831   18,05   2,22%
  • ISSI 296   0,42   0,14%
  • IDX30 431   9,74   2,31%
  • IDXHIDIV20 513   12,15   2,43%
  • IDX80 128   2,20   1,74%
  • IDXV30 139   2,34   1,71%
  • IDXQ30 140   3,89   2,87%

Free Float Naik 15%, BPJS Ketenagakerjaan Siap Tambah Alokasi Saham hingga 25%


Jumat, 30 Januari 2026 / 13:55 WIB
Free Float Naik 15%, BPJS Ketenagakerjaan Siap Tambah Alokasi Saham hingga 25%
ILUSTRASI. BPJS Ketenagakerjaan akan tingkatkan alokasi saham hingga 25% dari Rp 900 triliun dana kelolaan.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan menyatakan kesiapannya menambah alokasi investasi saham secara bertahap hingga 20%-25% dari total dana kelolaan dalam tiga tahun ke depan.

Langkah tersebut sejalan dengan dorongan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar investor institusional ikut menopang likuiditas pasar saham, menyusul rencana kenaikan batas minimal free float menjadi 15% dari sebelumnya 7,5%.

Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Edwin Ridwan mengatakan, rencana peningkatan alokasi saham tersebut telah dicanangkan sejak April 2025 dan pembelian saham telah dilakukan secara berkesinambungan.

Baca Juga: Superbank Perluas Akses Pinjaman PAS Lewat Aplikasi Grab

“Dalam beberapa kesempatan, sejak awal 2025 lalu, saya selalu menyatakan bahwa akan menambah alokasi portfolio saham secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan hingga mencapai 20-25% dana kelolaan," kata Edwin kepada Kontan, Jumat (30/1/2026),

Saat ini, alokasi saham BPJS Ketenagakerjaan berada di kisaran 12%-13% dari total dana kelolaan, atau yang mencapai sekitar Rp 900 triliun. Dengan pertumbuhan dana kelolaan sekitar 11%-12% per tahun, ruang likuiditas yang berpotensi masuk ke pasar saham dinilai cukup besar dalam beberapa tahun ke depan.

Edwin menegaskan, peningkatan porsi saham tidak akan dicapai secara instan. Proses penambahan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Alokasi ini tidak akan tercapai dengan seketika. Pembelian dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Keamanan dana adalah prioritas kami dan kami memastikannya dengan melakukan investasi berdasarkan prinsip liability driven investing,” katanya.

Lebih lanjut, Edwin menambahkan, sektor yang menjadi prioritas investasi saham BPJS Ketenagakerjaan meliputi sektor perbankan, komoditas, dan konsumer.

Di tengah dinamika pasar, BPJS Ketenagakerjaan juga terus mencermati perkembangan pasar modal global, termasuk potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI menjadi frontier market. Meski demikian, BPJS Ketenagakerjaan tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang perekonomian nasional.

Baca Juga: Pemerintah Naikkan Batas Investasi Dana Pensiun dan Asuransi di Pasar Modal Jadi 20%

“Kami meyakini bahwa regulator dan BEI akan menindaklanjuti dengan baik keadaan ini dan kami tetap yakin pada prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," tegasnya.

Selanjutnya: Pasokan BBM Shell Belum Normal pada Awal 2026

Menarik Dibaca: Anak Mudah Cemas hingga Sulit Fokus? Ini Tips Psikolog untuk Orang Tua

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×