Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Simpan Pinjam (LPS) mengumumkan, indeks literasi keuangan pada SNLIK 2026 tercatat senilai 69,57%. Angka ini meningkat dibandingkan dengan SNLIK 2025 yakni 66,64%.
Sementara itu, indeks inklusi keuangan pada SNLIK 2026 juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 92,74% pada 2025 menjadi 93,61% pada 2026.
Baca Juga: Memperkuat Transformasi Bisnis, hibank Menargetkan Pertumbuhan Berkualitas
Kepala BPS Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa pelaksanaan survei terutama pengambilan data SNLIK 2026 dilakukan secara langsung atau wawancara tatap muka dibantu dengan sistem Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).
Responden terdiri dari 75.000 orang dengan rentang umur 15-79 tahun di 38 provinsi dan 514 kota. Sementara itu, pelaksanaan survei dilakukan pada rentang waktu 26 Januari hingga 18 Februari 2026.
Adapun tingkat penyajian laporan juga terdapat perbedaan dibanding tahun sebelumnya, yakni laporan SNLIK di tahun 2026 disajikan dalam level nasional dan provinsi.
"SNLIK 2026 terdapat pengembangan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Dengan dukungan dari LPS dan OJK, kita bisa memperluas laporan penyajian dari yang tahun sebelumnya hanya sampai di tingkat nasional dan tahun bisa menyajikan sampai level provinsi," ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil Survei SNLIK Tahun 2026, Senin (10/8/16).
Hasilnya, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan indeks literasi keuangan tertinggi di Indonesia mencapai 84,01% dan indeks inklusi keuangan tertinggi juga dengan level 99,74%.
Sementara itu, provinsi dengan indeks literasi keuangan terendah adalah Papua Pegunungan dengan level 17,55% dan indeks inklusi keuangan yang juga terendah dengan angka mencapai 71,38%.
Selain itu, menurut jenis keuangannya untuk segmen konvensional indeks literasi keuangan 2026 tercatat berada di angka 69,57%, sedangkan indeks inklusi keuangan 2026 menyentuh 93,53%.
Adapun untuk segmen syariah, indeks literasi keuangan 2026 mencapai 43,07% dengan indeks inklusi keuangannya adalah 13,24%.
Baca Juga: Biaya Kredit Bank Besar Beragam, BTN Catat Perbaikan Paling Signifikan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
