kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Genjot Bisnis, HSBC Amanah Andalkan Diversifikasi Produk


Jumat, 25 Juni 2010 / 10:07 WIB


Reporter: Andri Indradie | Editor: Test Test

JAKARTA. Unit Usaha Syariah (UUS) HSBC alias HSBC Amanah bakal memperkaya variasi produk untuk meningkatkan layanan. HSBC Amanah bakal mengimpor produk-produk syariah yang laris di Dubai Uni Emirat Arab untuk dipasarkan di Indonesia.

"Saat ini, kami sedang menginventarisasi produk HSBC Amanah di Dubai," kata M. Agung Pribadi, Vice President Product Development HSBC Amanah, Kamis (24/6). Kemudian, HSBC Amanah akan bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) dan Dewan Syariah Nasional (DSN) untuk menguji apakah produk tersebut bisa dipasarkan di Indonesia.

Sejatinya, akad beberapa produk syariah yang ada di Dubai sudah tersedia di Indonesia, sehingga bisa langsung dipasarkan. "Produknya bisa bermacam-macam. Ada produk wealth management atau produk inti syariah di Dubai," terangnya. Sayang, Agung belum bisa menjelaskan berapa besar kontribusi produk baru tersebut bagi bisnis HSBC Amanah.

Saat ini, bisnis syariah di Indonesia memang tumbuh subur. Bank Indonesia (BI) menargetkan, aset perbankan syariah tahun ini bisa tumbuh hingga Rp 97 triliun. Hingga April 2010, aset perbankan syariah baru sekitar Rp 72 triliun, dengan jumlah 10 bank umum syariah (BUS) dan 25 unit usaha syariah (UUS).

Mulya Effendi Siregar, Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI membenarkan, pasar bisnis syariah di Indonesia masih bisa tumbuh besar. Namun, ada tiga kendala utama yang kini terus menjadi perhatian para bankir.

Ketiganya adalah, diversifikasi produk, sumber daya manusia, dan pelayanan yang berkualitas. "Kalau bisa, perbankan syariah makin kreatif memperkaya produk yang selama ini ada," ujarnya.

Mulya bilang, langkah diversifikasi HSBC Amanah adalah langkah positif. Ia tidak keberatan bank mengimpor produk-produk syariah dari luar negeri selama produk tersebut mendapat fatwa DSN. Setidaknya, bank asing syariah pertama di Indonesia ini, bisa turut mengembangkan produk-produk perbankan syariah di Indonesia.

Berdasarkan data terakhir, HSBC Amanah memiliki lima kantor cabang, yaitu di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Semarang. Selain itu, HSBC Amanah juga memiliki sekitar 29 unit layanan syariah. Agung mengaku, saat ini belum ada rencana HSBC Amanah menambah jumlah kantor cabang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×