kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Konsolidasi BUMN Asuransi Bisa Ubah Peta Industri Secara Signifikan


Kamis, 12 Februari 2026 / 18:52 WIB
Konsolidasi BUMN Asuransi Bisa Ubah Peta Industri Secara Signifikan
ILUSTRASI. OPINI - Irvan Raharjdo (DOK/PRIBADI)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan perombakan besar terhadap struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tak terkecuali sektor asuransi. 

Dalam suatu acara ekonomi, COO BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan jumlah perusahaan asuransi BUMN akan dipangkas atau dikonsolidasikan dari 15 menjadi 3 entitas, yakni asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.

Mengenai hal itu, Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo berpendapat rencana konsolidasi tersebut dinilai sebagai langkah tepat dan strategis. Dia menilai konsolidasi itu bertujuan memperbaiki kinerja mayoritas perusahaan yang kurang baik dan meningkatkan kapasitas industri.

"Bertujuan juga untuk memenuhi ketentuan ekuitas minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2026 dan 2028," katanya kepada Kontan, Kamis (12/2).

Baca Juga: Transformasi Digital dan Bisnis Emas, Nasabah BSI Naik 2 Juta Dalam Setahun

Irvan menambahkan rencana konsolidasi tersebut juga akan memperkuat permodalan, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas kapasitas pertanggungan risiko. Dia mengatakan apabila rencana konsolidasi terealisasi, hal itu akan mengubah peta industri asuransi di Indonesia secara signifikan.

"Menciptakan raksasa asuransi baru yang lebih kompetitif dan sehat secara finansial," ujar Irvan.

Dari sisi perusahaan, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mendukung kebijakan pemerintah dalam melakukan penataan dan penguatan ekosistem BUMN, termasuk melalui langkah konsolidasi di sektor asuransi. 

"Kebijakan itu merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk menciptakan BUMN yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan," ucap Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana kepada Kontan, Kamis (12/2).

Melalui penguatan struktur, sinergi antar entitas, serta efisiensi operasional, Gema berharap konsolidasi dapat menciptakan perusahaan asuransi yang lebih solid, memiliki kapasitas permodalan yang lebih kuat. Ditambah, mampu memberikan layanan yang lebih optimal kepada masyarakat maupun lembaga negara. 

Selanjutnya: Analis Prediksi Harga Emas dan Perak pada Jangka Menengah Akan Bergerak Sideways

Menarik Dibaca: Makuku Luncurkan Comfort Fit, Popok Tipis Anti Bocor untuk Anak Aktif Sepanjang Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×