Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern Life Indonesia mencatatkan lonjakan kinerja laba pada kuartal I-2026, ditopang pengelolaan risiko yang prudent, hasil investasi, dan efisiensi biaya.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Great Eastern Life Indonesia membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 548,84 miliar per Maret 2026. Angka ini melonjak 157,1% secara tahunan (year on year/YoY).
Baca Juga: Ciputra Life Bukukan Laba Rp 14,42 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 4,64%
Direktur Keuangan Great Eastern Life Indonesia Hana mengatakan, peningkatan laba tidak terlepas dari strategi pengelolaan keuangan yang dijalankan secara menyeluruh dan hati-hati.
Sebagai perusahaan asuransi, ia menegaskan fondasi utama kinerja terletak pada kemampuan mengelola risiko, yang tercermin dari pengelolaan klaim yang bijak serta menjaga kesehatan portofolio.
“Selain itu, hasil investasi juga memberikan kontribusi yang signifikan,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (1/5/2026).
Hana menjelaskan, dengan strategi investasi yang prudent, perusahaan mampu memanfaatkan momentum pasar untuk menjaga imbal hasil tetap positif, terutama dari instrumen yang relatif aman seperti Surat Berharga Negara (SBN).
Baca Juga: AAUI: Gejolak Geopolitik Dapat Memberikan Dampak terhadap Bisnis Reasuransi
Menurutnya, investasi tetap menjadi salah satu pendorong utama laba, meski bukan satu-satunya faktor.
“Tidak kalah penting, disiplin dalam mengelola biaya turut memperkuat posisi keuangan perusahaan,” tambahnya.
Ia menyebut efisiensi operasional dilakukan tanpa mengorbankan kualitas layanan, sehingga perusahaan tetap mampu menghadirkan produk perlindungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Secara keseluruhan, Hana menegaskan tiga pilar utama yakni pengelolaan klaim, strategi investasi, dan efisiensi biaya menjadi faktor yang saling melengkapi dalam menopang pertumbuhan laba hingga Maret 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













