kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.370   0,00   0,00%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Gubernur BI Proyeksikan Transaksi Digital di Perbankan Bisa Capai Rp 64.000 Triliun


Senin, 08 Mei 2023 / 14:24 WIB
Gubernur BI Proyeksikan Transaksi Digital di Perbankan Bisa Capai Rp 64.000 Triliun
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN yang paling cepat akselerasi keuangan digitalnya


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN yang paling cepat akselerasi keuangan digitalnya dengan elektronifikasi transaksi-transkasi pemerintah baik di pusat dan daerah,

Saat ini penggunaan ekonomi digital elektronik sampai pembayaran di segala sektor yang besar sampai ke pasar tradisional, maupun di tempat-tempat ibadah menggunakan pembayaran digital.

"Bahkan uang elektronik tahun ini diperkirakan tumbuh lebih cepat mencapai Rp 495 triliun, transaksi e-commerce bisa mencapai Rp 533 triliun, bahkan layanan perbankan digital bisa mencapai lebih dari Rp 64.000 triliun apakah transfer maupun juga transaksi-transaksi lain," kata Perry, Senin (8/5).

Baca Juga: Gubernur BI Singgung Bahaya Ketergantungan Dolar di Pertemuan ASEAN+3

Perry mengatakan, BI berkomitmen menjadikan digitalisasi pembayaran menjadi episentrum ekonomi keuangan digital Indonesia, dan ini diwujudkan dengan diterbitkan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI).

"Sejak diterbitkan BSPI kita betul-betul memiliki satu visi dan misi. BI sudah launching BI Fast yang sekarang sudah hampir 1 miliar transaksi per hari, selanjutkan akan kita meluncurkan kartu kredit pemerintah, ini untuk bangun konektivitas digital sebagai satu nusa digitalisasi keuangan indonesia," kata Perry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×