kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Hadapi MEA, BCA jaga rasio modal 19%


Kamis, 16 Oktober 2014 / 12:12 WIB
Hadapi MEA, BCA jaga rasio modal 19%
ILUSTRASI. Manfaat asam jawa untuk kesehatan tubuh.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memperkuat modal untuk menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA mengatakan, penambahan modal untuk ekspansi bisnis jangka panjang. Terlebih, industri perbankan akan menghadapi Basel III yang mewajibkan bank untuk memperkuat modal.

“Keuntungan kami adalah rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 19%,” kata Jahja, Rabu (15/10) kemarin. Selanjutnya, bank yang terafiliasi oleh grup Djarum ini belum ada rencana menambahkan modal lagi, karena modal tersebut sudah cukup untuk mengembangkan bisnis pada tahun depan. 

Jahja menambahkan, pihaknya menanti kebijakan makro ekonomi dari pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Harapannya, pemerintahan baru mampu meyakinkan asing untuk masuk ke industri ekspor dan impor, seperti sektor bahan baku. “Mereka masuk bawa dollar, kemudian perlu rupiah. Jadi lebih meramaikan pasar,” tambahnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×