Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi hardening market sempat menerpa pasar perasuransian. PT Reasuransi MAIPARK Indonesia (MAIPARK) menilai saat ini industri sudah tak diterpa lagi kondisi hardening market, justru sudah softening market.
Asal tahu saja, hardening market merupakan kondisi atau fenomena yang diyakini dapat memicu penurunan kinerja industri asuransi dan reasuransi. Fenomena itu salah satunya bisa menyebabkan industri melakukan penyesuaian tarif premi.
Adapun softening market reasuransi adalah kondisi siklus pasar di mana kapasitas modal reasuransi melimpah, menyebabkan persaingan ketat antarreasuradur yang menekan tarif premi menjadi lebih murah dan melonggarkan syarat penjaminan. Kondisi itu terjadi di pasar pembeli, yang mana perusahaan asuransi mendapatkan biaya pertanggungan ulang lebih rendah.
Direktur Utama Reasuransi MAIPARK Indonesia Kocu Andre Hutagalung menyampaikan kondisi itu juga menjadi tantangan bagi reasuransi dalam negeri. Dia melihat bahwa reasuransi dalam negeri menjadi perlu menentukan besarnya net premi minimum yang masih menjamin keberlanjutan.
Baca Juga: Dapen BCA Beberkan Sejumlah Tantangan yang Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Aset di 2026
"Artinya, soft market itu persaingan antar reasasuransi besar sekali dan bisa membuat premi yang diterima mereka kerapatannya makin kecil. Dengan demikian, kemampuan bayar klaimnya terganggu," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (4/2).
Mengenai kondisi itu, Kocu mengatakan tantangan dari perusahaan reasuransi adalah mencari cara mempertahankan level net premi yang memadai. Pada saat yang sama, reasuransi juga mesti bisa bertahan dalam kompetisi yang makin tinggi pada saat soft market.
Mengenai proyeksi tahun ini, Kocu menilai kinerja industri reasuransi akan mengikuti pertumbuhan dari industri asuransi. Dia bilang reasuransi merupakan industri turunan dan sangat tergantung pada asuransi.
"Jadi, sangat tergantung di tingkat polisnya sendiri atau asuransinya. Kalau mereka naik, kami juga akan naik," kata Kocu.
Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi perusahaan, MAIPARK mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 243,48 miliar pada 2025. Nilainya meningkat 9,3%, jika dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 222,77 miliar.
Selanjutnya: HKI, DILD, BEST, KIJA & SSIA Ungkap Sektor Potensial yang Bakal Investasi pada 2026
Menarik Dibaca: Semifinal BATC 2026 : Berikut Skuad Tim Putra Indonesia Melawan Jepang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)