Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KEB Hana Indonesia membukukan kinerja positif untuk paruh pertama tahun ini. Dengan kinerja yang sudah diperoleh, Hana Bank optimistis bisa mencapai target kinerja tahun 2026.
Direktur Branch Business Hana Bank, Hendri Setiawan menyebut hingga kuartal I-2026, Hana Bank telah meraup laba bersih sebesar Rp 200,78 miliar. Perolehan ini tumbuh sampai 23,8% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Adapun untuk tahun 2026, Hendri menyebut target laba bersih Hana Bank adalah sebesar Rp 650,11 miliar. Ia optimistis target itu akan terlampaui.
Baca Juga: OJK: Penjaminan Sektor Produktif Tembus Rp 272 Triliun Kuartal I-2026
"Dengan pencapaian kuartal I, seharusnya kita bisa match dengan target yang ditetapkan sampai akhir tahun," kata Hendri dalam media gathering Hana Bank, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Pertumbuhan laba Hana Bank pada kuartal pertama ini didorong oleh pendapatan bunga bersih (NIM) yang mencapai Rp 449,66 miliar dari target tahun ini sebesar Rp 1,89 triliun.
Dari sisi intermediasi, hingga kuartal I-2026, Hana Bank menyalurkan kredit sebesar Rp 39,67 triliun. Angka tersebut sudah hampir menyentuh target tahunan Hana Bank di angka Rp 43,30 triliun.
Penyaluran kredit ini didukung oleh dana pihak ketiga (DPK) Hana Bank yang mencapai Rp 30,83 triliun pada kuartal I-2026. Hendri menyebut total DPK saat ini telah melampaui target tahunan Hana Bank.
Adapun total aset Hana Bank pada kuartal I-2026 ini mencapai Rp 54,60 triliun. Hendri menyebut Hana Bank punya sejumlah fokus bisnis untuk tahun ini.
Hana Bank tahun ini akan berfokus mempertahankan pertumbuhan laba di tengah gejolak ekonomi yang tengah terjadi. Hendri bilang, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan pendapatan berbasis komisi alias fee based income (FBI).
Baca Juga: Gelar Public Expose, OK Bank Fokus Penguatan Aset dan Peningkatan Profitabilitas
"Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, wajar semua bank berfokus bagaimana mempertahankan pertumbuhan laba," kata Hendri.
Menurutnya, perbankan saat ini tidak bisa lagi hanya bergantung pada pendapatan bunga bersih (NIM). Sebab itu, Hana Bank terus mendorong ekspansi bisnisnya dalam berbagai layanan, salah satunya adalah wealth management.
"Meningkatkan FBI itu merupakan strategi yang paling logis, sehingga bank tidak lagi terlalu bergantung terhadap NIM," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













