kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.699   23,00   0,13%
  • IDX 6.096   -222,80   -3,53%
  • KOMPAS100 804   -27,92   -3,35%
  • LQ45 617   -14,06   -2,23%
  • ISSI 215   -10,59   -4,70%
  • IDX30 353   -7,26   -2,02%
  • IDXHIDIV20 441   -7,94   -1,77%
  • IDX80 93   -2,99   -3,12%
  • IDXV30 121   -2,87   -2,31%
  • IDXQ30 116   -2,01   -1,71%

Hana Bank Targetkan Komisi Bisnis Wealth Management Capai Rp 50 Miliar Tahun Ini


Kamis, 21 Mei 2026 / 14:10 WIB
Hana Bank Targetkan Komisi Bisnis Wealth Management Capai Rp 50 Miliar Tahun Ini
ILUSTRASI. Hana Bank Gandeng PT BNP Paribas AM Perluas Pilihan Investasi Reksa Dana (Dok/Hana Bank)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) terus melakukan diversifikasi terhadap sumber pendapatan banknya. Salah satunya untuk tahun ini, Hana Bank akan mendorong pertumbuhan pada bisnis wealth management.

Direktur Branch Business Hana Bank, Hendri Setiawan menyebut, bisnis wealth management terus mencatat pertumbuhan positif.

Sejak berfokus pada bisnis wealth management, tepatnya dari tiga tahun lalu, Hana Bank telah memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) secara off balance lebih dari Rp 700 miliar.

Baca Juga: Hana Bank Catat Laba Bersih Rp 200,78 Miliar pada Kuartal I-2026

Hendri bilang, untuk tahun 2026 ini, Hana Bank menargetkan pendapatan komisi alias fee-based income (FBI) dari layanan wealth management bisa mencapai Rp 50 miliar.

Target komisi itu, kata Hendri, terhitung dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan target komisi wealth managemen tahun 2025 yang sebesar Rp 25 miliar.

Hendri mengatakan, Hana Bank untuk tahun 2026 ini memang fokus menumbuhkan pendapatan FBI. Ini disebabkan oleh gejolak global dan berbagai sentimen yang menyebabkan bank tidak bisa lagi hanya bergantung pada pendapatan bunga bersih (NIM).

"Bisnis wealth management ini baru fokus di tiga tahun terakhir. Itu karena mempertimbangkan NIM kita tertekan, sehingga pilihannya menumbuhkan FBI," kata Hendri dalam media gathering Hana Bank, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Adapun hingga kuartal 1-2025, Hana Bank mencatat perolehan NIM sebesar Rp 449,66 miliar. Angka itu turun sekitar 4,3% dibanding periode sama tahun lalu.

Akan tetapi, Hana Bank pada kuartal 1-2026 tetap mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid. Ini tercermin dari laba bersih Hana Bank yang tumbuh 23,8% secara tahunan menjadi Rp 200,78 miliar.

"Meningkatkan FBI itu merupakan strategi yang paling logis, sehingga bank tidak lagi terlalu bergantung terhadap NIM," kata Hendri.

Baca Juga: BI Rate Naik ke 5,25%, Penyaluran Kredit Perbankan Diprediksi Makin Selektif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×