kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Hanya 2 dari 16 emiten multifinance catat kenaikan laba di semester I 2020


Selasa, 04 Agustus 2020 / 21:24 WIB
ILUSTRASI. Pandemi Covid-19 menekan bisnis multifinance yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Khomarul Hidayat

Kehati-hatian juga mendorong semakin minimnya penyaluran pembiayaan. PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance), misalnya, memutuskan untuk melangkah hati-hati dengan membatasi sementara lini produk pembiayaannya selama kuartal II-2020.

“Ini mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan pada semester I tahun ini, dimana nilai piutang pembiayaan bersih turun 9,5% yoy dari Rp16,46 triliun menjadi Rp 14,90 triliun, serta nilai pendapatan yang turun 2,75% yoy dari Rp 2,51 triliun menjadi Rp 2,43 triliun,” ujar Finance Director dan Corporate Secretary BFI Finance, Sudjono.

Oleh sebab itu, laba BFIN mengalai kontraksi 51,89% yoy dari Rp 690,16 miliar menjadi Rp 332,03 miliar di paruh pertama 2020. NPF perusahaan juga meningkat dari 1% di Juni 2019 menjadi sebesar 3,7% di akhir Juni 2020.

“Meskipun terdapat peningkatan NPF, kami tetap melakukan manajemen keuangan dan manajemen risiko yang berhati-hati, dimana pencadangan kerugian piutang telah ditingkatkan secara masif untuk mengantisipasi potensi kerugian piutang yang akan timbul di semester II,” ujar Sudjono.

Baca Juga: Strategi perusahaan multifinance tekan biaya operasional di masa pandemi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×