kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Harga CPO anjlok, begini antisipasi BNI


Rabu, 28 November 2018 / 20:44 WIB
ILUSTRASI. Suasana transaksi nasabah di Bank BNI


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mulai berhati-hati menyalurkan kredit ke sektor komoditas menyusul turunnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan harga karet. 

Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Herry Sidharta mengatakan, meski harga CPO turun, kualitas aset BNI di sektor ini masih bagus.

"Penyaluran kredit pada sektor komoditas BNI sebagian besar pada CPO untuk posisi sampai kuartal III-2018 di kisaran Rp 36 triliun," kata Herry kepada kontan.co.id, Rabu (28/11).

Herry bilang, penurunan harga CPO tentu akan mempengaruhi repayment capacity debitur, terutama yang tidak memiliki dukungan grup usaha yang kuat.

Oleh karena itu BNI akan terus memantau perkembangan harga CPO dan perkembangan kemampuan debitur. Terkait mitigasi risiko kredit di sektor komoditas, strategi yang BNI terapkan adalah melakukan pemetaan dan monitoring debitur.

Apabila diperlukan akan dilakukan langkah antisipasi dan sebagai early warning system seperti penyesuaian pembayaran sesuai kemampuan debitur existing.

Selain itu untuk ke depannya BNI akan meningkatkan penyaluran kepada debitur selektif, misal BUMN pertanian dan perkebunan yang berisiko rendah serta melakukan ekspansi pinjaman secara selektif kepada pemain utama di industri.

Catatan saja, sejak awal tahun hingga awal pekan ini harga CPO turun 28,6% ke level 1.834 ringgit per ton. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×