Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penurunan harga emas dalam beberapa bulan terakhir mulai mempengaruhi laju bisnis gadai emas. PT Pegadaian mencatat nilai penyaluran gadai emas alami menurun dibandingkan awal tahun.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, perlambatan mulai terlihat dalam tiga bulan terakhir. Pada awal 2026, rata-rata penyaluran gadai emas mencapai sekitar Rp 50 triliun per bulan. Namun, sejak April 2026 nilainya turun menjadi sekitar Rp 30 triliun per bulan seiring koreksi harga emas.
“Tren penurunan harga emas memang memberikan dampak terhadap kinerja bisnis gadai, terutama pada tiga bulan terakhir apabila dibandingkan dengan awal tahun selama semester I-2026,” ujar Ferdian kepada Kontan, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga: Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56% Per Juni 2026
Meski demikian, ia menyebut bisnis gadai emas masih membukukan pertumbuhan hingga 56% secara tahunan (year on year/YoY) pada semester I-2026.
Ferdian menuturkan, secara nilai penyaluran gadai emas memang lebih rendah dibandingkan awal tahun. Namun, ia menyebut pihaknya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menjaga nilai pinjaman dalam batas risiko yang terukur.
Dengan strategi tersebut, penurunan harga emas lebih banyak berdampak pada berkurangnya jumlah transaksi nasabah dibandingkan meningkatkan risiko pembiayaan.
"Di sisi lain, Pegadaian terus mengoptimalkan layanan, baik melalui kanal digital maupun jaringan outlet, agar volume transaksi tidak turun signifikan," terangnya.
Hingga Juni 2026, Pegadaian telah menyalurkan pinjaman berbasis gadai sebesar Rp 260 triliun dengan outstanding mencapai Rp 145 triliun. Baik nilai penyaluran maupun outstanding tersebut masing-masing tumbuh 62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: BTN Tambah Talenta Digital, Jumlah Pegawai Masih Tumbuh 2%-3%
Menurut Ferdian, kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan harga emas pada awal tahun yang relatif stabil hingga pertengahan tahun, serta optimalisasi proses bisnis dan layanan perusahaan.
Untuk itu, Pegadaian tetap optimistis bisnis gadai emas masih akan bertumbuh hingga akhir 2026. Optimisme tersebut ditopang oleh prospek kenaikan harga emas di tengah ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan aset emas yang dimiliki.
Untuk menangkap peluang tersebut, Pegadaian memperkuat layanan melalui aplikasi TRING!, jaringan outlet Pegadaian, Agen Pegadaian, serta kerja sama dengan outlet BRI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














