kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harus perkuat modal, BPD bisa manfaatkan empat strategi


Kamis, 17 Februari 2011 / 12:56 WIB
Harus perkuat modal, BPD bisa manfaatkan empat strategi
ILUSTRASI. Direktur PT Trisula Textile Industries Tbk R Nurwulan Kusumawati (kiri), Direktur Utama PT Trisula Textile Industries Tbk Karsongno Wongso Djaja (tengah) bersama Direktur Independen PT Trisula Textile Industries Tbk Handi Suwarto (kanan) saat menjadi pemb


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Ruisa Khoiriyah

JAKARTA. Untuk memenangi persaingan yang ketat di industri perbankan, dan mengejar target menjadi bank terkemuka (regional champion) di tahun 2014 nanti, bank milik pemerintah daerah atau Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus memprioritaskan upaya penguatan modal. Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menggarisbawahi agenda penguatan modal ini sebagai prioritas penting BPD saat ini dan di masa mendatang.

Pengurus Asbanda Muljanto menuturkan, setidaknya ada empat strategi penguatan modal yang bisa ditempuh oleh BPD. Pertama, melalui suntikan modal dari pemegang saham yakni pemerintah daerah. Kedua, memanfaatkan pasar saham untuk mengail modal melalui initial public offering (IPO) atau penjualan saham ke publik. Ketiga, mengurangi porsi setoran dividen ke pemegang saham (dividen payout). Terakhir, penerbitan obligasi senior maupun junior dan langkah merger-akuisisi.

Beberapa BPD sudah banyak yang menempuh langkah IPO maupun penerbitan obligasi untuk menambah permodalan. Adapun penambahan modal melalui suntikan dana dari pemegang saham, Muljanto bilang hal itu masih minim dilakukan. "Padahal kebutuhan modal BPD dipatok akan dinaikkan menjadi 15%," ujarnya, Kamis (17/2).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×