Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, industri asuransi syariah berhasil membalikkan hasil investasi dari negatif Rp 311,89 miliar per Februari 2025 menjadi positif Rp 545,24 miliar per Februari 2026.
Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menilai ada sejumlah faktor penyebab perubahan kondisi tersebut.
Ketua Bidang Hukum, Kepatuhan, dan Antar Lembaga AASI Arry Bagoes Wibowo mengatakan pembalikan itu didorong perbaikan valuasi portofolio, khususnya pada instrumen obligasi atau sukuk, seiring mulai stabilnya arah suku bunga.
Selain itu, dia bilang ada efek low base dari periode sebelumnya yang tertekan, serta penyesuaian strategi investasi oleh perusahaan melalui rebalancing dan peningkatan kualitas aset.
Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT Smartpro Insurance Brokers
"Jadi, hal itu merupakan kombinasi antara recovery pasar dan perbaikan pengelolaan investasi,” kataya kepada Kontan, Kamis (23/4).
Untuk meningkatkan hasil investasi ke depannya, AASI mendorong industri asuransi syariah melakukan sejumlah strategi. Arry menerangkan perusahaan perlu fokus pada asset liability matching, diversifikasi instrumen, dan active portofolio management.
Dia mengatakan peran manajer investasi menjadi sangat krusial, karena mereka menentukan kualitas alokasi aset dan timing investasi secara prudent di tengah volatilitas.
"Prinsipnya, bukan mengejar return tertinggi, melainkan return yang optimal dan berkelanjutan dengan risiko yang terjaga," tuturnya.
Lebih lanjut, Arry menyampaikan ada sejumlah faktor risiko yang perlu diwaspadai industri tahun ini. Dia menerangkan faktornya, yakni volatilitas global, arah suku bunga, dan tekanan likuiditas akibat klaim.
Baca Juga: Transmisi Suku Bunga Kredit Masih Mandek, Pertumbuhan Kredit Bisa Terganggu
"Ketiga faktor itu sangat mempengaruhi valuasi dan realisasi hasil investasi," ungkapnya.
Oleh karena itu, Arry menekankan perlunya disiplin manajemen risiko dan kualitas pengelolaan investasi sebagai kunci untuk menjaga kinerja tetap stabil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













