Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi umum mencatatkan perbaikan kinerja investasi sepanjang 2025. Berdasarkan data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil investasi asuransi umum mencapai Rp 8,44 triliun per akhir 2025 atau tumbuh 13,5% secara year on year (YoY).
Pertumbuhan hasil investasi tersebut menjadi salah satu penopang utama profitabilitas industri. Sepanjang 2025, industri asuransi umum membukukan laba sebesar Rp 15,82 triliun, berbalik dari posisi rugi Rp 8,94 triliun pada tahun sebelumnya.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kinerja laba industri memang sangat dipengaruhi oleh hasil investasi.
"Memang benar bahwa industri asuransi umum khususnya dalam 3 hingga 4 tahun terakhir memang profitabilitasnya didapat dari hasil investasi," ungkapnya dalam konferensi pers AAUI di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: OJK Tegaskan Batas Akhir Spin Off UUS 2026, 20 Perusahaan Asuransi Belum Ajukan Skema
Dalam pengelolaan investasi, Budi menegaskan bahwa industri tetap harus mematuhi ketentuan regulator. Perusahaan asuransi umum juga dituntut menerapkan prinsip tata kelola investasi yang prudent guna memastikan kemampuan memenuhi kewajiban kepada pemegang polis serta menjaga tingkat likuiditas.
"Oleh karena itu, instrumen investasi yang diperkenankan memang diatur, kemudian juga bisa lebih likuid dibandingkan dari yang instrumen yang lebih volatil," ucapnya.
Lebih lanjut, Budi menyebut alokasi investasi perlu mempertimbangkan kesesuaian antara aset dan liabilitas (asset-liability management). Hal ini penting karena klaim dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga aspek likuiditas menjadi prioritas dalam strategi penempatan dana.
Baca Juga: Bancassurance Industri Turun 4,2%, IFG Life Masih Andalkan Kanal Bancassurance
"Jadi, pasti perusahaan asuransi itu akan mempertimbangkan hal-hal sampai ke aspek likuiditas, daripada hanya sekadar masuk ke dalam komponen tertentu," kata Budi.
Namun demikian, jika ditinjau dari sisi bisnis underwriting, kinerja premi industri asuransi umum belum menunjukkan pertumbuhan signifikan. Data OJK mencatat premi asuransi umum hanya tumbuh 2,7% secara YoY menjadi Rp 120,83 triliun per akhir 2025.
Selanjutnya: Rumor Akhirnya Terjawab, Bakrie Capital Indonesia Resmi Akuisisi 6% Saham BIPI
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (26/2), Provinsi Ini Diguyur Hujan Sangat Lebat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)