kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.860   -40,00   -0,24%
  • IDX 8.013   77,56   0,98%
  • KOMPAS100 1.130   13,49   1,21%
  • LQ45 819   3,46   0,42%
  • ISSI 283   5,25   1,89%
  • IDX30 426   0,20   0,05%
  • IDXHIDIV20 512   -2,67   -0,52%
  • IDX80 126   1,21   0,97%
  • IDXV30 139   0,23   0,16%
  • IDXQ30 139   -0,40   -0,29%

Hasil Investasi Program JHT dan JP BPJS Ketenagakerjaan Tumbuh Dobel Digit pada 2025


Rabu, 21 Januari 2026 / 22:10 WIB
Hasil Investasi Program JHT dan JP BPJS Ketenagakerjaan Tumbuh Dobel Digit pada 2025
ILUSTRASI. Dana pensiun (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) BP Jamsostek mencatatkan kinerja positif terkait hasil investasi program JHT dan JP di tengah kondisi pasar keuangan yang cukup dinamis.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatatkan kinerja positif terkait hasil investasi program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) di tengah kondisi pasar keuangan yang cukup dinamis. Adapun hasil investasi untuk program JHT dan JP masing-masing tumbuh dobel digit pada 2025.

Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan mengatakan hasil pengembangan investasi untuk program JHT tercatat sebesar Rp 36 triliun pada 2025. 

"Angka itu tumbuh 11,39%, jika dibandingkan pencapaian 2024 yang sebesar Rp 32,32 triliun. Tingkat imbal hasil atau yield-nya naik dari 6,87% menjadi 7,03%," katanya kepada Kontan, Rabu (21/1).

Baca Juga: Sempat Melambat, Kredit Perbankan Berbalik Menguat pada Akhir 2025

Sementara itu, Erfan mengungkapkan hasil pengembangan investasi untuk program JP pada 2025 mencapai Rp 14,69 triliun. Dia bilang nilainya tumbuh 25,45%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 11,71 triliun.

"Tingkat imbal hasilnya juga meningkat dari 2024 yang sebesar 6,76% menjadi 7,08% pada 2025," ucapnya.

Erfan menerangkan dalam pengelolaan dana untuk program JHT dan JP, BPJS Ketenagakerjaan senantiasa mengikuti ketentuan yang telah diatur dalam berbagai regulasi, baik Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, maupun Peraturan lainnya. Dia menyebut komposisi investasi kedua program tersebut relatif konsisten dari tahun ke tahun, dengan porsi terbesar ditempatkan pada instrumen yang aman dan stabil.

"Langkah itu dilakukan untuk menjaga keamanan dana, stabilitas hasil pengembangan, serta memastikan ketersediaan likuiditas guna memenuhi kewajiban pembayaran manfaat kepada peserta," tuturnya.

Lebih lanjut, Erfan menyampaikan BPJS Ketenagakerjaan berupaya menjaga pertumbuhan hasil investasi secara berkelanjutan, sekaligus memastikan keamanan dana dan memberikan manfaat yang optimal kepada peserta. 

Baca Juga: Asei Proyeksikan Industri Asuransi Umum Berpotensi Cetak Peningkatan Laba pada 2026

Selanjutnya: IASC Kembalikan Rp 161 Miliar Dana Masyarakat Korban Scam

Menarik Dibaca: Paha Besar Bikin Minder? Ini 4 Cara Mengecilkan Paha dengan Cepat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×