Sumber: TribunNews.com | Editor: Havid Vebri
JAKARTA. PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dalam dua tahun ke depan akan menambah 486 kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) untuk melayani pembiayaan bagi Usaha Mikro Kecil (UMK).
Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja mengatakan, dalam layanan jasa pembiayaan yang dilakukan perseroan berskala mikro, maka diperlukan perluasan kantor ULaMM dan saat ini baru memiliki 714 kantor.
"Pada tahun 2017 mendatang, PMN akan memperluas kantor ULaMM menjadi 1.200 kantor untuk melayani UMK di seluruh wilayah Indonesia," ujar Parman dalam keterangan resminya, Jumat (1/1/2016).
Parman menjelaskan, perluasan kantor ULaMM ini berdasarkan titik-titik jaringan dengan melihat potensi wilayahnya dan program inipun sudah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kementerian Keuangan.
Pada saat ini, kata Parman, kantor ULaMM berada di 27 provinsi di Indonesia sehingga pada 2017 diharapkan bisa menjangkau keseluruhan 34 provinsi, seperti Kepulauan Riau (Kepri), Bangka Belitung (Babel), Bengkulu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua dan Papua Barat.
"Dengan dana penyertaan modal negara senilai Rp1 Triliun yang bertujuan untuk pembiayaan modal kerja, namun selain itu, dibutuhkan juga untuk membangun kantor unit ULaMM tersebut," ujarnya.
Lebih jauh Parman mengatakan, tantangan di Masyarakat Eknomi ASEAN (MEA) sangatlah besar, sehingga diperlukan integrasi yang kuat antara pelaku usaha dan pemerintah dalam menciptakan produk yang berkualitas dan mampu bersaing.
"Untuk mengatasi tantangan tersebut maka dibutuhkan dukungan non financial dalam rangka pengembangan usaha bagi UMKMK yang telah PNM berikan sejak awal berdiri di tahun 1999," papar Parman,
Selain aktifitas pembiayaan, kata Parman, kegiatan jasa manajemen yang dipadukan PNM dalam rangka pengembangan UMK, akan terus dikembangkan berupa Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).
"Program PKU selain berupa pelatihan dan pendampingan usaha, dibagi dalam dua kegiatan utama, yaitu Klasterisasi Teritorial dan Klasterisasi Sektoral Industri UMK (One Village One Product – OVOP)," katanya.
Program PKU sepanjang 2015 telah berhasil melaksanakan total pelatihan bagi UMK sebanyak 399 kali pelatihan yang melibatkan 19.293 pelaku UMK nasabah ULaMM PNM.
ULaMM merupakan layanan pinjaman modal untuk usaha mikro dan kecil yang disertai bimbingan untuk mengembangkan usahanya, dimana penyaluran pembiayaannya dilakukan secara langsung baik kepada perorangan atau pinjaman untuk Badan Usaha (PT, CV, Firma, dan lainnya).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













