kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Hingga Januari 2024, Modalku Catat Penyaluran Pinjaman Produktif Rp 55,7 Triliun


Selasa, 20 Februari 2024 / 11:33 WIB
Hingga Januari 2024, Modalku Catat Penyaluran Pinjaman Produktif Rp 55,7 Triliun
ILUSTRASI. Hingga akhir Januari 2024, Grup Modalku telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp 55,7 triliun.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform fintech peer to peer (P2P) lending Modalku mencatat penyaluran pinjaman produktif yang signifikan sejak awal berdiri hingga Januari 2024.

Country Head Indonesia Modalku, Arthur Adisusanto mengatakan Modalku fokus pada sektor produktif sehingga alokasi penyaluran pendanaan perusahaan sudah sejalan dengan target yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Hingga akhir Januari 2024, Grup Modalku telah berhasil menyalurkan pendanaan sebesar lebih dari Rp 55,7 triliun kepada lebih dari 5,1 juta total transaksi UMKM di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (19/2).

Baca Juga: Modalku Sebut Penurunan Bunga Tak Berdampak Signifikan ke Kinerja Perusahaan

Arthur menjelaskan, di tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan penyaluran. Namun, kata dia, pihaknya tidak hanya fokus pada angka saja melainkan dampak yang bisa diberikan kepada pelaku UMKM terhadap perkembangan bisnisnya.

“Pendanaan ke UMKM tetap menjadi fokus utama penyaluran Modalku. Hingga saat ini, industri UMKM yang paling banyak didanai didominasi oleh sektor perdagangan, baik grosir dan eceran, termasuk pengusaha online sebesar 54%. Kemudian diikuti dengan sektor jasa, termasuk industri pengolahan, konstruksi, serta pengangkutan dan pergudangan,” jelasnya.

Berdasarkan roadmap OJK tahun 2023-2028 tentang industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) menyebut, penyelenggara ditargetkan menyalurkan 70% pembiayaan ke sektor produktif, 30% ke sektor konsumtif. Saat ini, penyaluran pembiayaan pinjol masih didominasi sektor konsumtif dengan porsi 70%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×