kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Hingga November, BSM raup pendapatan non bunga Rp 170 miliar dari layanan digital


Senin, 26 November 2018 / 19:01 WIB
ILUSTRASI. Bank Mandiri Syariah


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Divisi Digital Banking Bank Syariah Mandiri (BSM) Riko Wardhana menyatakan, sejak awal tahun hingga Senin (26/11) pendapatan non bunga (fee based income) BSM yang berasal dari transaksi layanan digital mencapai Rp 170 miliar. Nilai itu setara dengan 20% dari total pendapatan non-bunga BSM sepanjang tahun ini.

Riko memperkirakan, sampai akhir tahun ini, pendapatan non-bunga dari layanan digital akan mencapai Rp 175 miliar-Rp 180 miliar. Optimisme itu sejalan dengan persentase nasabah BSM yang kini lebih banyak menggunakan layanan digital daripada bertransaksi langsung di bank cabang. "Sejauh ini, nasabah yang menggunakan layanan digital mencapai 90%, sedangkan cabang 10%," kata Riko, Senin (26/11) di Jakarta.

Tidak hanya itu, dengan berbagai inovasi produk digital yang dicanangkan, BNI menargetkan pendapatan non-bunga dari layanan digital akan naik 50% pada akhir 2019.

Catatan saja, BSM mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk layanan digital sebesar Rp 150 miliar pada 2018. 

Hingga kini, BSM telah memiliki beberapa layanan digital seperti internet banking, mobile banking, uang elektronik, pembayaran berbasis kode QR, dan yang terakhir adalah chatbot bernama Aisyah (Asisten Interaktif Mandiri Syariah).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×