Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Honest Financial Technologies (Honest Financial) melihat prospek bisnis kartu kredit non-bank masih terbuka lebar di tengah persaingan industri layanan pembiayaan digital, termasuk paylater.
Rendahnya penetrasi kartu kredit di Indonesia dinilai menjadi peluang bagi perusahaan untuk memperluas basis pengguna dan transaksi.
Director of Operations Honest, Panji Puntadewa mengatakan, adopsi kartu kredit Honest terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hal itu tercermin dari peningkatan jumlah pengguna maupun volume transaksi yang terus bertumbuh. Namun, ia tak menyebutkan secara rinci terkait nilainya.
“Pertumbuhan ini didorong oleh pengembangan produk yang makin relevan, mulai dari fitur seperti akses limit kredit bertahap dan pengembalian biaya admin bagi pengguna yang membayar penuh,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Akuisisi Schroders Rampung, Manulife Aset Manajemen (MAMI) Siapkan Strategi Baru
Ia menilai, prospek kartu kredit non-bank ke depan masih sangat besar. Pasalnya, penetrasi kartu kredit di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara di Asia Tenggara.
Panji bilang, Honest berada pada posisi yang cukup kuat untuk mengembangkan bisnis karena memiliki dua lisensi sekaligus, yakni lisensi penerbit kartu kredit dari Bank Indonesia serta lisensi perusahaan pembiayaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami berada dalam posisi yang baik untuk terus mengembangkan produk yang makin relevan bagi pengguna,” lanjutnya.
Adapun pada tahun ini, Honest menargetkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, baik dari sisi akuisisi pengguna maupun peningkatan aktivitas transaksi.
Belum lama ini, Honest telah meluncurkan fitur pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Merchant Presented Mode (MPM) pada kartu kreditnya.
Baca Juga: Penyaluran Kredit Perbankan Mulai Melaju pada Tiga Bulan Pertama 2026
Peluncuran fitur tersebut dilakukan untuk menyesuaikan perubahan perilaku pembayaran masyarakat yang kini semakin mengandalkan QRIS dalam transaksi harian.
Dengan integrasi ini, limit kartu kredit Honest dapat digunakan di jaringan lebih dari 43 juta merchant QRIS di seluruh Indonesia, mulai dari pusat perbelanjaan hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain memperluas akseptasi, Honest menyebut fitur QRIS MPM juga membantu pengguna dalam mengelola keuangan. Seluruh transaksi QRIS akan tercatat dalam satu tagihan bulanan, sehingga memudahkan pemantauan pengeluaran.
Honest berharap peluncuran fitur QRIS dapat membuka use case baru yang mendorong pertumbuhan transaksi ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













