kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

HSBC ajak nasabah tajir susun rencana pensiun


Rabu, 16 April 2014 / 14:12 WIB
ILUSTRASI. 4 Makanan yang Berkhasiat untuk Membantu Mengatasi Bau Badan.


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. HSBC Indonesia mengajak nasabah wealth management menyusun rencana pensiun. Pasalnya, survei bertemakan pensiun yang dilakukan oleh HSBC Global menyebut, target pensiun pada usia 58 tahun oleh para pekerja berusia 25-34 tahun tidak sesuai dengan kapasitas finansial untuk memenuhi kebutuhan hidup ketika pensiun.

Survei itu menunjukkan, responden memiliki harapan hidup 18 tahun ke depan. Namun, kemampuan membiayai hidupnya hanya berlangsung untuk 10 tahun. Responden yang berpartisipasi pada survei ini memperkirakan, seluruh tabungan yang diperoleh dari masa kerja (produktif) akan habis semua untuk membiayai kehidupan saat pensiun.

Steven Suryana, SVP & Head of Wealth Management HSBC Indonesia mengatakan, survei yang sama yang dilakukan di Indonesia pada awal tahun ini melansir, sebanyak 93% responden menganggap rencana pensiun sebagai hal penting. Namun, mereka harus menunda usia pensiun dari sebelumnya 55 tahun menjadi 58 tahun.

“Karena kesadaran masyarakat semakin membaik untuk memenuhi kebutuhan saat pensiun, HSBC Indonesia mulai tahun lalu meluncurkan perencanaan pensiun untuk nasabah wealth management. Sebab, banyak nasabah yang selama ini tujuannya hanya untuk berinvestasi, belum perencanaan pensiun secara khusus,” ujarnya ditemui KONTAN, Rabu (16/4).

Perencanaan pensiun, sambung Steven, dapat menjawab kebutuhan nasabah untuk mempertahankan kualitas hidup saat pensiun. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan, tetapi juga kebutuhan tersier lainnya, seperti liburan dan investasi. Sehingga, meminimalkan kemungkinan warisan utang kepada generasi selanjutnya.

HSBC Indonesia, lanjut Steven, memiliki produk investasi jangka panjang untuk menyusun rencana pensiun sedari dini. Kapabilitas perseroan sebagai Strategic Financial Planning mampu menyiapkan strategi terbaik sesuai dengan profil risiko nasabah. “Untuk investasi jangka panjang, misalnya ada obligasi pemerintah dengan jangka waktu 20-30 tahun. Ada juga reksadana saham, sukuk, atau asuransi,” terang dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×