kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.918   17,00   0,10%
  • IDX 8.274   -36,15   -0,43%
  • KOMPAS100 1.163   -5,91   -0,51%
  • LQ45 834   -4,25   -0,51%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 437   -1,48   -0,34%
  • IDXHIDIV20 520   -5,14   -0,98%
  • IDX80 130   -0,58   -0,44%
  • IDXV30 144   0,34   0,24%
  • IDXQ30 140   -1,50   -1,06%

ICT Institute Sebut Pertumbuhan BNPL Tinggi, Industri Perlu Jaga Kualitas Pembiayaan


Kamis, 19 Februari 2026 / 15:17 WIB
ICT Institute Sebut Pertumbuhan BNPL Tinggi, Industri Perlu Jaga Kualitas Pembiayaan
ILUSTRASI. Banner Buy Now Pay Later (BNPL) di sebuah pusat perbelanjaan di Depok (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi menilai pertumbuhan buy now pay later (BNPL) yang tinggi mencerminkan masih kuatnya permintaan masyarakat sekaligus menjadi indikator tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian konsumen.

Menurutnya, pertumbuhan BNPL menunjukkan ruang ekspansi yang masih terbuka karena kebutuhan pembiayaan tetap tinggi. Namun di sisi lain, kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih juga mendorong penggunaan layanan pembiayaan alternatif tersebut.

“Pertumbuhan tinggi menunjukkan dua hal. Pertama, permintaan masih sangat kuat dan ruang ekspansi belum jenuh. Kedua, ekonomi masyarakat saat ini juga nampaknya lagi sulit sehingga menggunakan BNPL,” ujar Heru kepada Kontan, Senin (16/2/2026).

Ia menilai, dengan rasio non performing financing (NPF) yang masih relatif terjaga, fundamental industri BNPL bisa dibilang masih berada dalam kondisi sehat. Kendati demikian, Heru mengingatkan bahwa angka tersebut merupakan rata-rata industri sehingga tetap perlu dicermati pelaku usaha yang memiliki rasio pembiayaan bermasalah di atas batas aman.

Baca Juga: Paylater Kian Diminati, Pembiayaan BNPL Capai Rp 11,94 Triliun per Desember 2025

Ke depan, Heru memproyeksikan pertumbuhan BNPL pada 2026 masih akan ditopang oleh peningkatan transaksi e-commerce, penggunaan pembayaran digital, promosi merchant, serta preferensi konsumen terhadap cicilan tanpa kartu kredit. Stabilitas daya beli kelas menengah juga dinilai turut berperan dalam menjaga permintaan.

Dari sisi pengguna, layanan BNPL masih banyak dimanfaatkan oleh generasi muda, terutama milenial dan Gen Z, pekerja awal karier, serta konsumen yang belum memiliki akses kartu kredit. Sementara itu, kategori produk yang dominan antara lain fesyen, elektronik, dan kebutuhan gaya hidup.

Lebih lanjut, di tengah pertumbuhan yang tinggi, perusahaan pembiayaan perlu memperkuat pengelolaan risiko melalui pengembangan credit scoring berbasis data alternatif, integrasi dengan biro kredit, serta pemantauan perilaku pembayaran secara real time. 

Baca Juga: OJK Terbitkan Aturan Penyelenggaraan Buy Now Pay Later (BNPL)

"Penetapan limit adaptif dan segmentasi risiko juga penting agar ekspansi tetap selektif. Selain itu, edukasi literasi keuangan juga krusial," tuturnya.

Namun demikian, Heru mengingatkan sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi industri, antara lain risiko over-indebtedness konsumen, potensi kenaikan NPF jika kondisi ekonomi melemah, serta persaingan yang semakin ketat antar pemain. 

Penguatan regulasi dan pengawasan juga berpotensi meningkatkan biaya kepatuhan, di samping isu perlindungan data dan keamanan siber yang semakin penting seiring meningkatnya volume transaksi digital.

Sebagai informasi, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan mencapai Rp 11,24 triliun per November 2025 atau tumbuh 68,61% secara tahunan (year on year/YoY). 

Sementara itu, tingkat non performing financing (NPF) gross BNPL tercatat sebesar 2,78% per November 2025, membaik dibandingkan posisi Oktober 2025 yang sebesar 2,79%.

Baca Juga: Makin Membesar, Pembiayaan BNPL Multifinance Tumbuh 88,65% per September 2025

Selanjutnya: Bertambah! Perwira Polisi Tersangkut Narkoba, Apakah Gaji Polisi Kecil? Cek Datanya

Menarik Dibaca: Resep Risol Spesial Buka Puasa: Cicipi 4 Varian Lezat Ala Devina Hermawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×