Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan securities crowdfunding atau urun dana PT ICX bangun Indonesia (ICX) mencatatkan total dana yang telah dihimpun sejak berdiri pada 2019 hingga akhir 2025 sebesar Rp 233 miliar.
Direktur Operasional ICX Gunawan Aldy mengatakan secara rinci, jumlah penerbit aktif 46 penerbit.
"Adapun total pemodal aktif mencapai 24.538," ucapnya kepada Kontan, Kamis (9/4/2026).
Lebih lanjut, Gunawan menyampaikan pada kuartal I-2026, aktivitas pendanaan di ICX masih berada dalam fase konsolidasi. Dalam periode tersebut, dia bilang ICX belum melakukan penerbitan baru.
Baca Juga: Perluas Akses Investasi ESG, Urun Dana Danamart Luncurkan Blended Finance
Namun, pada kuartal I-2026, Gunawan mengatakan terdapat 10 penerbit yang telah melakukan buyback dengan nilai Rp 41,29 miliar dan 1 penerbit melakukan delisting.
"Adapun 11 penerbit diperkirakan akan melakukan buyback dengan total nominal Rp 41,7 miliar sepanjang 2026," tuturnya.
Gunawan menambahkan, aktivitas pendanaan perusahaan pada 2026 cenderung lebih rendah, dibandingkan tahun lalu. Dia bilang hal itu bukan semata-mata karena penurunan permintaan, melainkan disebabkan pendekatan perusahaan yang saat ini lebih selektif dan berhati-hati, khususnya dalam proses kurasi penerbit.
"Selain itu, kondisi pasar yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global dan tekanan likuiditas juga membuat kami mengambil sikap wait and see," katanya.
Ke depan, Gunawan mengatakan, ICX akan berfokus pada sejumlah hal, di antaranya memperkuat kualitas pipeline penerbit dengan fokus pada bisnis yang memiliki fundamental dan cashflow yang jelas, serta meningkatkan kepercayaan investor melalui transparansi dan track record kinerja penerbit.
Baca Juga: OJK: 114 dari 144 Perusahaan Perasuransian Sudah Penuhi Ekuitas Minimum untuk 2026
"Kami juga mempersiapkan transisi dan perluasan izin ke Securities Crowdfunding agar dapat memperluas variasi instrumen dan basis investor. Pendekatan itu kami ambil agar pertumbuhan yang terjadi ke depan lebih sehat dan berkelanjutan, bukan sekadar ekspansi jangka pendek," ujar Gunawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













