Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) masih mencatatkan pertumbuhan yang kuat hingga Mei 2026.
Direktur Utama PT Pefindo Biro Kredit (idScore) Tan Glant Saputrahadi menjelaskan, menurut data idScore per Mei 2026 outstanding pembiayaan BNPL mencapai Rp48,5 triliun atau tumbuh 23,72% secara tahunan dengan 82,3 juta fasilitas pembiayaan yang dimiliki oleh 26,8 juta debitur.
Sejalan dengan itu, jumlah debitur yang mencapai 26,8 juta ini juga menunjukkan angka kenaikan yang signifikan sebesar 44,9% secara tahunan.
"Pertumbuhan tersebut mencerminkan bahwa BNPL masih menjadi salah satu pilihan pembiayaan yang diminati masyarakat," jelasnya kepada Kontan, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: NPF BNPL Perusahaan Pembiayaan Meningkat Jadi 3,44% per Mei 2026
Dari sisi profil pengguna, pembiayaan BNPL masih didominasi oleh debitur berusia 20–30 tahun dengan kontribusi sekitar 40,2% terhadap total outstanding.
Dari jenis pekerjaan, kelompok debitur dengan pendapatan tidak tetap (non-fixed income) menjadi kontributor terbesar.
Sementara secara geografis, pembiayaan BNPL masih terkonsentrasi di Jawa Barat yang menyumbang 19,8% dari total outstanding, disusul DKI Jakarta sebesar 10,7%.
Dari data tersebut, Tan menilai bahwa layanan BNPL banyak dimanfaatkan oleh masyarakat usia produktif, terutama bagi kelompok masyarakat yang aktif bertransaksi digital dan memiliki kebutuhan pembiayaan yang fleksibel.
Baca Juga: OJK Berharap Terbitnya Aturan BNPL Perusahaan Pembiayaan Dapat Perbaiki Kualitas
Sayangnya, kenaikan pembiayaan ini juga diikuti oleh peningkatan rasio Non Performing Financing (NPF). idScore mencatat kenaikan NPF kini mencapai level 3,11%, dan menjadi level tertinggi secara tahunan pada periode Mei 2026.
Menurutnya, kenaikan NPF menjadi konsekuensi yang wajar seiring pertumbuhan penyaluran pembiayaan dan bertambahnya jumlah debitur baru. Namun, ia mengingatkan kondisi ini tetap perlu diantisipasi agar ekspansi bisnis berlangsung secara sehat.
Oleh karena itu, penguatan sistem credit scoring dan pemantauan risiko menjadi strategi yang bisa diterapkan untuk menjaga menjaga kualitas pembiayaan agar pertumbuhan bisnis BNPL dapat berlangsung sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Simak Kenaikan NPF Industri Multifinance & Strategi Pencadangan Perusahaan Pembiayaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














