kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IFS Masih Mengandalkan Leasing dan Anjak Piutang


Jumat, 28 Agustus 2009 / 09:14 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT IFS Capital Indonesia optimistis bisa mencapai target pembiayaan tahun ini. Keyakinan itu muncul kendati bisnis utama IFS, yaitu pembiayaan sewa guna usaha (leasing) dan anjak piutang masih lesu.

IFS Capital sudah mengucurkan kredit Rp 115 miliar per akhir Juni 2009. Perinciannya, nilai pembiayaan leasing sebesar Rp 87 miliar. Sisanya, Rp 28 miliar merupakan pembiayaan anjak piutang.

IFS menargetkan nilai leasing di akhir 2009 sebesar Rp 120 miliar, sedangkan nilai anjak piutang sebesar Rp 90 miliar. Artinya, sampai semester I 2009, kredit leasing sudah mencapai 72,5% dari target. Adapun anjak piutang baru mencapai 31,1%.

Secara total, pembiayaan semester I sudah mencapai 54,7% dari total target pembiayaan tahun ini yang sebesar Rp 210 miliar. Angka itu lebih besar dibanding realisasi kredit tahun lalu yang hanya mencapai Rp 175 miliar.

Presiden Direktur IFS Dennis Firmansyah mengungkapkan, pihaknya yakin bisa mencapai kinerja yang lebih baik dari tahun lalu karena situasi ekonomi makro membaik. "Iklim bisnis sudah mulai pulih. Peluang pasar kami besar karena pemain anjak piutang terhitung sedikit," kata Dennis, Kamis (27/8).

Saat ini, perusahaan pembiayaan yang menawarkan pembiayaan anjak piutang memang tidak cuma IFS. Namun Dennis menilai, multifinance lain tidak fokus dalam bisnis anjak piutang. Menurutnya, bisnis anjak piutang memang membutuhkan keahlian khusus karena prosesnya terhitung rumit.

Sebab, yang dihadapi bukan cuma konsumen tetapi sekaligus klien. "Tak heran bila multifinance banyak yang bergeser ke bisnis pembiayaan konsumen seperti kendaraan bermotor, karena memang tidak perlu keahlian khusus," tutur Dennis.

IFS yang menggarap bisnis anjak piutang secara serius mengaku tidak perlu melakukan promo atau pasang iklan untuk menawarkan jasanya. "Langkah itu kurang bermanfaat. Biasanya hanya menggundang orang untuk sekadar tanya. Lebih efektif kami beri layanan yang baik pada nasabah. Reputasi akan terbangun. Dan dari situ, bisnis kami berjalan," jelas Dennis.

Laba yang sudah dibukukan IFS hingga pertengahan tahun ini sudah mendekati angka target untuk sepanjang tahun. "Target laba kami sebesar Rp 5,5 miliar dan sekarang sudah mencapai Rp 3,5 miliar," tutur Dennis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×