kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

IHSG Anjlok 32,97% di Sepanjang 2026, Ini Strategi Sekuritas Jaga Kinerja Bisnis


Kamis, 15 Oktober 2026 / 20:02 WIB
IHSG Anjlok 32,97% di Sepanjang 2026, Ini Strategi Sekuritas Jaga Kinerja Bisnis
ILUSTRASI. Mirae Asset - kontan adv online (MIRAE ASSET/ADV)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan pada level 29,79% secara year to date (YTD) per September 2026. Hingga 15 Oktober 2026, IHSG telah melemah 32,97% di sepanjang tahun ini. 

Kondisi ini membuat sejumlah perusahaan sekuritas melakukan penyesuaian strategi bisnis untuk terus menjaga kinerja di tengah kondisi pasar yang masih volatil.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan koreksi IHSG membuat investor cenderung menghindari risiko dan sebagian pelaku pasar memilih bersikap wait and see atau mengalihkan dana ke instrumen dengan risiko lebih rendah.

Baca Juga: BSI (BRIS) Bakal Rights Issue Rp 3,4 Triliun, Simak Jadwal RUPSLB dan Potensi Dilusi

Menurutnya, penurunan harga saham secara luas juga mengurangi kapitalisasi pasar dan rata-rata nilai transaksi harian. Kondisi tersebut berpotensi menekan pendapatan komisi transaksi atau brokerage fee perusahaan sekuritas.

Tekanan tidak hanya terjadi pada bisnis perantara pedagang efek. Nafan menilai, lini penjaminan emisi (underwriting) juga berpotensi melambat karena emiten cenderung menunda aksi korporasi, seperti penawaran umum perdana saham (IPO) dan penerbitan obligasi, hingga kondisi pasar kembali kondusif.

Selain itu, perusahaan sekuritas yang memiliki portofolio investasi internal atau proprietary trading berpotensi mengalami penurunan nilai wajar aset akibat koreksi harga saham.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Nafan menilai perusahaan sekuritas harus menyiapkan langkah strategis.

"Menghadapi volatilitas tersebut, perusahaan sekuritas menerapkan serangkaian langkah strategis untuk menjaga keaktifan transaksi dan menjaga stabilitas pendapatan," ujarnya kepada Kontan, Kamis (15/10/26).

Salah satunya adalah memperkuat diversifikasi produk, termasuk melalui instrumen yang relatif defensif seperti reksa dana pasar uang dan obligasi pemerintah. Produk derivatif dan waran terstruktur juga dapat menjadi alternatif untuk kebutuhan investasi maupun lindung nilai sesuai profil risiko nasabah.

Perusahaan sekuritas juga perlu meningkatkan edukasi dan menyediakan riset berbasis manajemen risiko. Optimalisasi platform perdagangan digital dan efisiensi operasional juga diperlukan untuk menjaga loyalitas nasabah serta efektivitas bisnis.

Baca Juga: Kredit Konsumsi Melambat, Premi Asuransi Jiwa Kredit Terancam Tertekan

Upaya tersebut juga dilakukan oleh platform Stockbit. Head of Corporate Communication Stockbit William mengatakan dalam situasi pasar yang masih volatil, kepercayaan nasabah merupakan hal terpenting bagi perusahaan sekuritas agar bisa terus menjaga kinerja tetap positif.

Di sisi lain, Stockbit juga terus berupaya memberikan edukasi agar investor memiliki pemahaman yang tepat dalam mengambil keputusan berinvestasi.

"Menjadi platform trading yang reliable juga sangat penting dan kami jaga," ujarnya kepada Kontan, Kamis (15/10/26).

Strategi tersebut terbukti berhasil mendorong kinerja apik Stockbit sepanjang periode kuartal III-2026 dengan total nilai transaksi mencapai Rp 237,11 triliun dan nilai bersih sebesar Rp 4,44 triliun.

Secara paralel, Presiden Direktur Surya Fajar Sekuritas, Steffen Fang mengaku nilai transaksi harian mengalami tekanan dan berkurangnya nasabah eksisting seiring dengan kinerja IHSG tersebut.

Untuk merespons kondisi pasar, perusahaan berupaya memperkuat layanan edukasi agar nasabah dapat memahami perkembangan pasar dan mengambil keputusan investasi secara lebih tepat.

"Kami berusaha untuk memberikan layanan edukasi agar nasabah mendapatkan edukasi yang baik terhadap kondisi market," ujarnya.

Dengan IHSG yang masih melemah, itu menjadi tantangan bagi perusahaan sekuritas untuk menjaga aktivitas transaksi dan stabilitas pendapatan. Di tengah kondisi ini, edukasi investor, keandalan layanan, hingga diversifikasi produk menjadi sejumlah strategi yang ditempuh untuk menjaga kinerja perusahaan.

Baca Juga: Kredit Perbankan Industri Tumbuh, Pembiayaan BPD Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×